Ekonomi BisnisTarif Telah Diturunkan, DJP Jateng I Harap UMKM Tertib...

Tarif Telah Diturunkan, DJP Jateng I Harap UMKM Tertib Bayar Pajak

-

- Advertisment -spot_img

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJP Jateng I, Irawan dalam acara media gathering di Hotel Griyapersada Bandungan Semarang Rabu (11/7).

SEMARANG- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah I mengharapkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lebih tertib membayar pajak karena pemerintah telah memberikan keringanan kepada UMKM dengan menurunkan tarif pajak yang harus dibayar.

Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018. Pemerintah menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) final bagi pelaku Usaha UMKM dari 1% menjadi 0,5%. Aturan baru ini resmi diberlakukan mulai 1 Juli 2018.

“Mari manfaatkan kesempatan penurunan tarif ini dengan baik. Semua bagi saudara, teman, tetangga yang punya usaha sekarang bisa tertib bayar pajak karena tarif hanya 0.5%. Pajak sebenarnya dari kita untuk kita,” kata Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas Kanwil DJP Jawa Tengah I, Renny Tridyati Putri, Jumat (13/11).

Dijelaskan, penurunan tarif tersebut sangat menguntungkan para pelaku UMKM baru karena dipermudah dalam membayar pajaknya.

“Pengusaha UMKM banyak yang menempati kios, toko atau yang ada di pinggir jalan trotoar misalnya, semua bisa gunakan tarif 0.5% ini. Sebelumnya pedagang di pasar yang enggak boleh, sekarang boleh semua. Dan bagi pelaku UMKM baru juga jadi lebih enak, tarifnya tidak memberatkan,” ujarnya.

Ditambahkan, kontribusi masyarakat dalam keteriban membayar pajak sangat dibutuhkan karena nantinya akan dikembalikan lagi ke masyarakat.

“Dari pajak ini nanti dibangun sarana prasarana, mulai sarana kesehatan BPJS, pendidikan, keamanan, pebaikan lingkungan hidup dan untuk pelayanan publik lainnya,” ucapnya.

Sementara, Kepala Kanwil DJP Jateng I, Irawan menambahkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada seluruh wajib pajak khususnya pelaku UMKM agar bisa memanfaatkan penurunan tarif tersebut dengan maksimal.

“Kami akan bekerjasama dengan dinas koperasi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Jateng untuk mensosialisasikan ini kepada seluruh UMKM binaan agar mau mendaftar di dinas koperasi masing-masing dan di kantor pajak, sehingga bisa mulai membayar di kantor pajak di tahun 2018,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan kampus-kampus terkait untuk ikut berperan mensosialisasikannya.

“Selain sosialisasi, akan dilakukan pula pengembangan UMKM dengan melalui peningkatan fasilitas melalui pembukuan, kemudian akses ke perbankan agar permodalannya bisa lebih luas,” ucapnya.

Ia melanjutkan, jumlah UMKM yang ada di Jateng mencapai 4.3 juta. Namun yang baru terdaftar hanya 100 ribu saja, sehingga masih ada 4.2 juta lagi yang
belum terdaftar di perpajakan.

“Kalau dihitung-hitung potensi pajaknya total ada Rp 2 triliun. Sedangkan dari 100 ribu UMKM tersebut menyumbangkan pajak Rp 281 miliar di tahun 2017 dan harapan kami akan meningkat 2 kali lipat manjadi Rp 300 miliar, naik Rp 100 miliar,” imbuhnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

XL Axiata Operasikan BTS USO di Kawasan Timur Indonesia

JAKARTA- PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus membangun infrastruktur jaringan 4G ke berbagai wilayah terpencil di Kawasan Timur...

Mengenal Lebih Dekat GM Patra Semarang Hotel & Convention

SEMARANG - Pria kelahiran Sidoarjo Jawa Timur ini mengawali karirnya sebagai seorang Pengajar, namun sejak tahun 1993 memutuskan...

Pertamina Tanam 5000 Mangrove

CILACAP– Integrated Terminal Cilacap yang merupakan unit operasi dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, kembali melakukan...

Griya Riset Indonesia Siapkan Generasi Unggul Melalui Riset dan Kepenulisan

SEMARANG - Griya Riset Indonesia (GRI) hadir sebagai wadah yang membangun mental dan nalar ilmiah generasi muda yang memiliki...
- Advertisement -spot_imgspot_img

BMW Astra Card, Keanggotaan Ekslusif dengan Berbagai Manfaat

JAKARTA - Sebagai bentuk layanan menyeluruh dari BMW Astra untuk para pelanggan, BMW Astra memberikan BMW Astra Card untuk...

Reformasi Struktural Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi

JAKARTA – UOB Indonesia memproyeksikan, perekonomian Indonesia akan tumbuh setidaknya lima persen pada tahun 2022. Hal ini seiring dengan...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda