Surakarta Alami Inflasi Tertinggi di Jateng

SEMARANG- Kota Surakarta pada Januari 2019 tercatat mengalami inflasi tertinggi di Jawa Tengah yakni sebesar 0,39% dengan IHK sebesar 129,81. Inflasi tersebut lebih besar dibandingkan lima kota lainnya.
Adapun Jateng pada Januari 2019 ini terjadi inflasi 0,26% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 133,32.
Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, inflasi di Jateng terjadi di enam kota, Kota Surakarta mengalami inflasi tertinggi dan Kota Purwokerto mengalami inflasi terendah di awal tahun tersebut.
“Kota Surakarta mengalami inflasi tertinggi yaitu sebesar 0,39% dengan IHK sebesar 129,81, diikuti inflasi Kota Cilacap sebesar 0,33% dengan IHK sebesar 138,18, Kota Tegal sebesar 0,31% dengan IHK sebesar 131,76, Kota Kudus sebesar 0,24% dengan IHK sebesar 141,26, Kota Semarang sebesar 0,22% dengan IHK sebesar 132,99. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Purwokerto yang sebesar 0,16% dengan IHK sebesar 132,0,” jelas Sentot, Jumat (1/2).
Penyebab inflasi, kata dia baik di Kota Surakarta dan secara umum di Jateng dipicu adanya kenaikan harga bawang merah, tiket angkutan udara dan lainnya.
“Penyebab utama inflasi Jawa Tengah Januari 2019 karena adanya kenaikan harga bawang merah, bawang putih, angkutan udara, upah pembantu rumah tangga dan juga semangka,” katanya.
Sedangkan lanjutnya, yang menahan laju inflasi di bulan Januari itu karena adanya penurunan pada harga bensin, tarif kereta api, telur ayam ras, kacang panjang dan salak. (ZP/05)
