Seblak Sampur X Buka Jalan Baru Pengembangan Wisata Budaya di Jawa Tengah

KARANGANYAR – Kolaborasi antara sektor pariwisata dan pelaku seni diperlukan untuk membangun ekosistem wisata budaya. Semangat itu diwujudkan Anaya Azana Boutique Hotel Tawangmangu berkolaborasi bersama Sanggar Greget Semarang.
Melalui kegiatan bertajuk Seblak Sampur X, upaya tersebut mulai direalisasikan selangkah demi selangkah.
Kegiatan yang dipimpin Maestro Tari Jawa Tengah, Yoyok Bambang Priyambodo, tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah seperti Sanggar Sang Citra Surakarta, Prabata Lawu, Sanggar Nirwana Kabupaten Magelang, Sanggar Sapto Laras Budaya Kota Magelang, Sanggar Sanggar Watu Anteng Kota Magelang, Sanggar Tari Raras Pratiwi, Sanggar Sekar Hima Kota Magelang, Sanggar Putri Kucir, Sanggar Sahitya Batang, Sanggar Lestari Semarang dan Sanggar Omah Biyung Semarang.
Selain menjadi ajang belajar tari, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar sanggar sekaligus membangun sinergi antara dunia pariwisata dan pelaku seni budaya.
FnB Manager Anaya Azana Boutique Hotel Tawangmangu, Mohamad Sudarmawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen hotel dalam menghadirkan program-program edukatif yang berkolaborasi dengan budaya lokal.
“Hotel kami mengusung tema edukatif dengan banyak berkolaborasi bersama pelaku seni budaya dan UMKM. Seblak Sampur menjadi bukti bahwa hotel dapat bersinergi dengan insan seni untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukasi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, meski pelaksanaan perdana masih berdekatan dengan berakhirnya masa libur sekolah sehingga persiapan belum maksimal, antusiasme peserta menjadi modal penting untuk menyelenggarakan kegiatan serupa dalam skala yang lebih besar.
“Ke depan kami ingin menghadirkan kegiatan ini dalam bentuk panggung spektakuler yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Kami berharap Seblak Sampur dapat menjadi agenda rutin yang dinantikan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Yoyok Bambang Priyambodo menilai kolaborasi antara hotel dan sanggar tari merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya tradisional.
Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk sektor pariwisata.
“Ini adalah wujud kepedulian Hotel Azana terhadap perkembangan budaya tradisional di Jawa Tengah. Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah untuk mengembangkan sekaligus melestarikan seni budaya melalui kebersamaan antara sanggar dan dunia usaha,” tuturnya.
Yoyok menjelaskan, Seblak Sampur tidak sekadar mengajarkan teknik menari. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang membangun nilai gotong royong, toleransi, saling menghargai, dan kebersamaan antarpeserta dari berbagai daerah.
“Kami ingin peserta tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar hidup bersama, saling menghormati, saling menghargai, dan merasakan semangat gotong royong. Nilai-nilai itulah yang menjadi kekuatan budaya kita,” katanya.
Ia berharap model kolaborasi serupa dapat diikuti lebih banyak pemangku kepentingan, mulai dari hotel, restoran, pengelola objek wisata hingga pelaku industri pariwisata lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut akan menciptakan ekosistem baru berupa wisata berbasis budaya.
“Ketika wisatawan datang ke Tawangmangu atau daerah wisata lainnya, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat menyaksikan pertunjukan budaya yang disiapkan oleh hotel maupun pengelola destinasi. Inilah embrio ekosistem wisata budaya yang saling menguntungkan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, instruktur tari Sangghita Anjali menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dari berbagai daerah untuk mengikuti pelatihan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada tim Hotel Azana, seluruh peserta, bapak, ibu, kakak, dan adik-adik yang sudah meluangkan waktu datang ke sini. Semoga kegiatan hari ini membawa keberkahan, menambah ilmu, dan menjadi pengalaman yang bermanfaat untuk ke depannya,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi yang terjalin antara Hotel Azana dan Sanggar Greget Jawa Tengah dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan belajar dan mencintai seni tari tradisional.***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.