16 Pengembang Ramaikan BRI x REI Expo 2026 di Queen City Mall Semarang

SEMARANG – DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah kembali menggelar BRI x REI Expo 2026 di Queen City Mall Semarang pada 24 Juli hingga 2 Agustus 2026. Pameran yang menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tersebut diikuti 16 pengembang dengan proyek perumahan di 16 lokasi di Jawa Tengah dan menargetkan penjualan 60 unit rumah, baik rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun rumah komersial.

Ketua DPD REI Jawa Tengah, Harmawan Mardiyanto, mengatakan kolaborasi dengan BRI kembali dilanjutkan setelah sukses pada penyelenggaraan tahun lalu. Menurutnya, sinergi antara pengembang dan perbankan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan penjualan rumah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian.

“Kami optimistis target penjualan 60 unit rumah selama pameran dapat tercapai. Kerja sama dengan BRI memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pembiayaan sekaligus mendorong peningkatan penjualan pengembang,” ujarnya saat pembukaan pameran, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, peserta pameran berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, antara lain Semarang, Solo, Tegal, Pekalongan, Pati, Banyumas, dan Kudus. Seluruh pengembang menawarkan beragam pilihan hunian dengan berbagai kisaran harga sehingga dapat menjangkau berbagai segmen masyarakat.

Selain memamerkan proyek perumahan, expo juga menghadirkan berbagai promo menarik dari pengembang maupun BRI. Harmawan menambahkan, REI Jawa Tengah siap mendampingi para anggota apabila menghadapi kendala dalam pengembangan proyek, termasuk persoalan perizinan maupun implementasi program pemerintah di sektor perumahan.

“Kalau ada pengembang yang mengalami kendala, silakan berkonsultasi dengan REI. Kami siap membantu agar pembangunan perumahan berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terhadap hunian dapat terpenuhi,” katanya.

Regional Consumer Banking Head BRI, Evifana Santi Wijayanti, mengatakan sektor perumahan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi hingga perlengkapan rumah tangga.

Karena itu, BRI terus memperkuat sinergi dengan para pengembang melalui berbagai program pembiayaan KPR agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah.

“Melalui pameran ini masyarakat dapat memilih hunian yang sesuai kebutuhan sekaligus berkonsultasi mengenai skema KPR yang paling tepat. Kami juga menghadirkan berbagai promo agar kepemilikan rumah menjadi lebih terjangkau,” ujarnya.

Hingga Juni 2026, BRI telah bekerja sama dengan lebih dari 400 pengembang dari berbagai asosiasi di Indonesia. Penyaluran KPR subsidi telah mencapai 2.475 unit dengan nilai Rp396 miliar, sedangkan KPR komersial mencapai Rp146 miliar. Dengan demikian, total penyaluran KPR BRI telah melampaui Rp500 miliar.

Evifana menambahkan, target penyaluran FLPP BRI sepanjang 2026 mencapai 7.200 unit. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, selama BRI x REI Expo 2026 masyarakat dapat memanfaatkan berbagai promo, seperti suku bunga mulai 1,75 persen per tahun, potongan biaya administrasi, pembebasan biaya provisi, hingga diskon premi asuransi.

Sementara itu, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Ferry Kuntoaji, menegaskan Pemerintah Kota Semarang terus mendukung percepatan pembangunan perumahan, khususnya rumah subsidi, melalui penyederhanaan proses perizinan.

Menurut Ferry, pengurusan perizinan FLPP kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tanpa dipungut biaya.

“Perizinan rumah subsidi kami buat semudah mungkin. Prosesnya selesai kurang dari 30 menit dan seluruh layanan diberikan secara gratis. Kami ingin pengembang semakin mudah membangun rumah bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat terhadap rumah tapak masih sangat tinggi sehingga pemerintah terus memberikan kemudahan bagi pengembang untuk memperluas penyediaan hunian. Di sisi lain, pembangunan rumah susun tetap akan didorong sebagai solusi jangka panjang di tengah keterbatasan lahan perkotaan.***

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

Verified by MonsterInsights