UMKM Jawa Tengah Catat Transaksi Rp2,94 Miliar di KKI 2026

JAKARTA – UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah mencatatkan peningkatan kinerja penjualan dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 20-23 Agustus 2026.

Sebanyak 11 UMKM unggulan Jawa Tengah ambil bagian dalam pameran tersebut. Jumlah itu meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti enam UMKM.

Selama empat hari pelaksanaan, transaksi UMKM Jawa Tengah mencapai Rp2,94 miliar. Capaian tersebut meningkat sekitar Rp1,93 miliar dibandingkan transaksi pada KKI 2025 yang mencapai Rp1,009 miliar.

Peningkatan transaksi tersebut tidak lepas dari upaya Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Tengah dalam memperluas dan meningkatkan kualitas produk UMKM yang dikurasi. Langkah itu sekaligus membuka lebih banyak pilihan produk kreatif bagi konsumen.

Sebelas UMKM Jawa Tengah yang berpartisipasi secara offline yakni Batik Pusaka Beruang, Batik Maranata Ong’s Art, Batik Eka, Batik Alfa Shoofa, Muria Batik, Batik Kidang Mas, Batik Sekar Mulyo, Batik Gading Kencana, Batik Pramesti, Rorokenes, dan Syams Indonesian Handicraft.

Produk yang dipamerkan didominasi fesyen berbasis wastra, ready to wear, serta berbagai aksesori.

Tembus Pasar Internasional

Selain pameran, UMKM Jawa Tengah juga mengikuti Business Matching (BM) Ekspor. Dari kegiatan tersebut, tercatat 11 peluang kerja sama dengan buyer domestik maupun mancanegara.

Peluang kerja sama itu mencakup produk furniture dan home decoration, makanan dan minuman olahan, kerajinan, hingga kopi. Bentuk kerja samanya meliputi purchase order (PO), letter of intent (LoI), maupun quotation offer.

Potensi transaksi yang telah teridentifikasi mencapai sedikitnya Rp4,41 miliar. Sejumlah negara yang menjadi pasar potensial antara lain Prancis, Afrika Selatan, Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura.

Capaian tersebut menunjukkan terbukanya peluang bagi UMKM Jawa Tengah untuk mengembangkan kerja sama ekspor, investasi, hingga joint venture dengan mitra internasional.

KKI 2026 Catat Transaksi Rp144,2 Miliar

Keberhasilan UMKM Jawa Tengah turut mendukung capaian KKI 2026 secara nasional. Hingga 22 Agustus 2026, penjualan sementara KKI mencapai Rp144,2 miliar atau meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025.

Sementara itu, Business Matching ekspor mencatat transaksi Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan buyer dari 16 negara.

Dari sisi pembiayaan, realisasi Business Matching mencapai Rp285 miliar atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8), Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan KKI tidak sekadar menjadi ajang promosi produk UMKM. Menurutnya, KKI dibangun sebagai ekosistem pengembangan UMKM dari hulu hingga hilir.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” kata Aida.

Ia menegaskan, UMKM membutuhkan ekosistem yang mendukung keberlanjutan usaha. Karena itu, Bank Indonesia akan terus mendorong peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, digitalisasi, serta pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat KKI 2026, Beudaya MeusareSare atau Berdaya Bersama-sama menjadi semangat untuk membawa karya terbaik UMKM dari berbagai daerah agar semakin dikenal dan digunakan masyarakat Indonesia, sekaligus mampu menembus pasar global.

Sinergi antara UMKM, masyarakat, pemerintah, industri, lembaga keuangan, buyer global, dan mitra strategis pun akan terus diperkuat agar UMKM Indonesia semakin maju serta mampu menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Aida juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan nyata terhadap produk UMKM Indonesia dengan mencintai, bangga, dan menggunakan produk dalam negeri.

“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” pungkasnya.***

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

Verified by MonsterInsights