Perbati Perkuat Kualitas Wasit-Hakim Tinju Indonesia Lewat Sertifikasi

SEMARANG – Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) mulai menyiapkan generasi baru wasit dan hakim tinju berstandar nasional hingga internasional. Sebanyak 41 peserta dari berbagai daerah mengikuti pelatihan dan sertifikasi Wasit-Hakim Nasional yang digelar di Semarang pada 28-30 Agustus 2026.

Pelatihan tersebut menjadi yang pertama kali digelar Perbati di Jawa Tengah. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dunia tinju, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian daerah dalam menyelenggarakan pertandingan tanpa harus mendatangkan pengadil ring dari luar daerah.

Pengurus Perbati, Anthony Candrasaputra, mengatakan sertifikasi dilaksanakan melalui pembekalan teori selama dua hari, pada 28-29 Agustus 2026. Para peserta kemudian akan menjalani ujian praktik di IPRPP Semarang pada 30 Agustus 2026.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai aspek dalam pertandingan tinju, mulai dari sistem penilaian, pengurangan nilai atau deduction, aturan pelanggaran, hingga tugas dan tanggung jawab wasit maupun hakim saat pertandingan berlangsung.

“Harapannya tentu saja Jawa Tengah punya wasit dan hakim yang sangat berkualitas, berstandar nasional bahkan internasional, dan bisa mengadakan pertandingan yang lebih baik lagi,” ujar Anthony.

Menurut dia, kebutuhan terhadap tenaga pengadil yang kompeten semakin besar. Saat ini, Perbati Jawa Tengah telah membawahi lebih dari 20 pengurus kota dan pengurus kabupaten.

Karena itu, keberadaan wasit dan hakim lokal yang tersertifikasi dinilai penting agar setiap penyelenggaraan pertandingan dapat didukung oleh perangkat pertandingan yang independen dan profesional.

“Kita butuh satu set wasit independen tanpa harus impor dari luar daerah,” katanya.

Sebanyak 41 peserta yang mengikuti sertifikasi berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Bali, Semarang, Yogyakarta, hingga Kalimantan. Mereka mempelajari regulasi World Boxing, memahami kriteria penilaian atau scoring criteria, serta menjalani simulasi memimpin dan menilai pertandingan secara langsung di atas ring.

Wakil Sekretaris Jenderal Perbati sekaligus Instruktur Wasit-Hakim Nasional, Muhammad Arisa Putra, mengatakan penerapan regulasi World Boxing menjadi bagian penting dalam proses pembinaan tersebut.

Menurut pria yang akrab disapa Boy itu, penyelarasan regulasi diperlukan agar kualitas pengadil ring Indonesia dapat mengikuti standar pertandingan internasional.

“Kegiatan ini kita buat untuk sertifikasi nasional. Di sini kita menerapkan peraturan World Boxing karena sekarang kita berafiliasi ke sana, agar kita bisa mencapai jenjang Asian Games, SEA Games, hingga Olimpiade,” ujarnya.

Boy bukan sosok asing di arena tinju internasional. Ia merupakan satu-satunya wasit tinju asal Indonesia yang memiliki sertifikasi World Boxing. Pengalamannya juga mencakup tugas di Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024.

Dengan pengalaman tersebut, ia menilai regenerasi wasit dan hakim harus terus dilakukan agar Indonesia memiliki keberlanjutan sumber daya manusia untuk bertugas di berbagai kejuaraan, termasuk di level internasional.

Dalam pertandingan tinju amatir, wasit dan hakim memiliki peran yang berbeda. Wasit bertugas memimpin pertandingan di atas ring, mengawasi jalannya laga, memastikan aturan dipatuhi, serta menjaga keselamatan atlet.

Sementara hakim berada di luar ring dan bertanggung jawab memberikan penilaian berdasarkan pukulan yang masuk dan memenuhi kriteria penilaian. Akumulasi nilai tersebut menjadi salah satu penentu kemenangan dalam pertandingan.

Untuk dapat melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, mulai dari tingkat kontinental, internasional, hingga interkontinental, seorang pengadil ring dituntut tidak hanya memahami aturan pertandingan. Kemampuan fisik, kesiapan mental, serta penguasaan terminologi tinju dalam bahasa Inggris juga menjadi modal penting.

Melalui sertifikasi di Semarang, Perbati berharap lahir lebih banyak pengadil ring yang siap meniti karier hingga ke panggung dunia.

Setelah pelatihan di Jakarta, Kupang, Manado, dan Semarang, Perbati kini telah memiliki sekitar 160 wasit dan hakim nasional tersertifikasi. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat sistem pertandingan sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kembali prestasi tinju amatir Indonesia di tingkat internasional.***

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

Verified by MonsterInsights