Penyaluran Jagung SPHP Terus Digenjot, BULOG Semarang Capai 16.736 Ton

SEMARANG – Perum BULOG terus mempercepat penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk memastikan kebutuhan peternak terpenuhi. Dengan harga Rp5.000 per kilogram, program ini diharapkan mampu membantu peternak memperoleh bahan baku pakan yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan.
Hingga 7 Oktober 2026, realisasi penyaluran SPHP jagung secara nasional mencapai 185.699 ton atau sekitar 76,7 persen dari total alokasi 241.972 ton. Capaian tersebut menunjukkan upaya BULOG dalam mempercepat distribusi jagung ke berbagai daerah.
Di wilayah kerja BULOG Kantor Cabang Semarang, realisasi penyaluran juga terus berjalan. Hingga 8 Oktober 2026, penyaluran SPHP jagung mencapai 16.736.250 kilogram atau sekitar 16.736,25 ton.
Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Semarang, Yudha Ajipribawa, mengatakan realisasi tersebut setara dengan 75,88 persen dari total pagu penyaluran sebesar 22.057.250 kilogram atau 22.057,25 ton.
“BULOG terus mendukung percepatan penyaluran SPHP jagung agar peternak dapat memperoleh pasokan pakan dengan harga sesuai ketentuan pemerintah,” ujarnya.
Program ini menjadi salah satu langkah untuk membantu menjaga stabilitas biaya produksi peternakan, terutama bagi peternak mikro yang membutuhkan akses bahan baku pakan dengan harga terjangkau.
Secara nasional, penyaluran SPHP jagung kepada peternak mikro hingga 7 Oktober 2026 mencapai 112.205,78 ton atau 74,71 persen dari total pagu 150.171,75 ton.
Program tersebut telah menjangkau 151 koperasi dan asosiasi peternak dengan total 7.553 peternak di berbagai wilayah Indonesia. Distribusi dilakukan melalui koperasi dan asosiasi sebagai mitra untuk membantu memastikan penyaluran tepat sasaran.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan percepatan penyaluran SPHP jagung merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternakan nasional.
“BULOG juga memastikan stok jagung pemerintah secara nasional dalam kondisi mencukupi. Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, persediaan jagung pemerintah mencapai 98.442 ton,” jelasnya.
Untuk memastikan kebutuhan setiap wilayah terpenuhi, BULOG mengoptimalkan pemerataan distribusi melalui mekanisme pergerakan stok antardaerah atau movement nasional (movenas). Langkah tersebut terutama dilakukan untuk mendukung kebutuhan di Jawa Timur, Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain menyalurkan jagung kepada peternak, BULOG juga menjalankan penugasan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dari produksi petani dalam negeri. Pada 2026, target pengadaan ditetapkan sebesar 1 juta ton.
Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani dan Rp6.400 per kilogram untuk jagung yang memenuhi standar kualitas di gudang BULOG.
Melalui penyerapan hasil panen petani dan percepatan penyaluran SPHP jagung, BULOG berupaya menjaga keseimbangan kepentingan petani sebagai produsen dan peternak sebagai pengguna bahan baku pakan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.