BULOG Cetak Rekor Pengadaan Beras, Jateng Lampaui Target 108,43 Persen

ZONAPASAR.COM, SEMARANG – Perum BULOG mencatat rekor pengadaan beras nasional sebesar 4,11 juta ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Di tengah pencapaian tersebut, Jawa Tengah turut memberikan kontribusi dengan realisasi pengadaan mencapai 406.253 ton setara beras atau 108,43 persen dari target tahun ini.
Data BULOG menunjukkan, realisasi pengadaan nasional mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton. Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BULOG, melampaui rekor sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.
Realisasi nasional tersebut juga meningkat dibandingkan pengadaan sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Keberhasilan melampaui target sebelum akhir tahun memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan cadangan pangan sekaligus mendukung stabilitas pasokan beras.
Di Jawa Tengah, realisasi pengadaan mencapai 406.253 ton setara beras dari target 374.658 ton. Sementara itu, penyerapan gabah di wilayah kerja BULOG Kanwil Jateng tercatat sebanyak 788.606 ton.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Jateng, Sri Muniati mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani. Kinerja pengadaan yang melampaui target juga menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pencapaian realisasi pengadaan gabah dan beras Jawa Tengah yang menembus 108,43 persen merupakan bukti nyata dari kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi luar biasa di lapangan,” ujar Sri Muniati.
Menurutnya, keberhasilan pengadaan tidak terlepas dari dukungan petani, mitra pengadaan, dinas terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh jajaran BULOG di Jawa Tengah. Sinergi tersebut membantu memperlancar penyerapan produksi pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan di daerah.
BULOG juga mengoptimalkan jaringan pembelian di sentra produksi, kesiapan sarana pengolahan, dan kapasitas pergudangan. Penguatan operasional ini dilakukan agar hasil panen petani dapat terserap secara maksimal, terutama pada momentum panen.
Dari sisi ekonomi, penyerapan gabah dan beras diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani serta mendukung keberlangsungan usaha pertanian. Sementara bagi pemerintah, peningkatan pengadaan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk mendukung program stabilisasi harga dan penyaluran pangan kepada masyarakat.
BULOG menargetkan penyerapan gabah dan beras terus berlanjut hingga akhir 2026. Dengan capaian nasional yang mencetak rekor dan realisasi Jawa Tengah yang melampaui target, penguatan pengadaan di tingkat hulu diharapkan mendukung ketahanan pangan serta keberlanjutan swasembada pangan Indonesia.(nda)
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.