Genteng Lokal Jateng Siap Perkuat Program Nasional, 17 IKM Lolos Sertifikasi
MAJALENGKA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan produksi satu juta keping genteng untuk mendukung Program Gentengisasi Nasional.
Sebanyak 17 industri kecil dan menengah (IKM) telah lolos uji keandalan dan sertifikasi, dengan rencana peluncuran pada awal Desember 2026 di Kebumen.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jawa Tengah, Urip Sihabudin mengatakan, Pemprov Jateng telah memetakan industri genteng lokal untuk memastikan kesiapan produksi sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Langkah pertama kita memetakan IKM yang ada di Jawa Tengah. Awalnya kita mendapatkan 21 IKM yang siap disertifikasi. Dari 21 itu, sebanyak 17 IKM yang lolos,” ujarnya seusai menghadiri peluncuran Program Gentengisasi dan KUR Perumahan di Majalengka, Jawa Barat, Minggu 8 November 2026. Urip hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Menurutnya, produksi satu juta keping genteng akan melibatkan sejumlah sentra industri di Jawa Tengah, khususnya Kebumen dan Jepara. Peluncurannya direncanakan dipusatkan di Kebumen pada 4 Desember 2026.
“Rencananya kita ditargetkan satu juta genteng yang akan diluncurkan dari Jawa Tengah, baik dari Kebumen maupun Jepara. Pusat utamanya ada di Kebumen, dan itu direncanakan awal Desember,” jelasnya didampingi Kepala Dinas Perakim, Boedyo Dharmawan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan Kementerian PKP terkait tujuan distribusi dan mekanisme pengadaan genteng. Kejelasan alokasi diharapkan diperoleh pada pertengahan hingga akhir November.
Sembari menunggu kepastian tersebut, para produsen didorong mempercepat produksi agar target satu juta keping terpenuhi. Terlebih, industri genteng Jateng juga melayani permintaan dari sektor pendidikan dan pengembang perumahan swasta.
Untuk mendukung percepatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi telah menginstruksikan dua langkah utama, yakni penyediaan akses pembiayaan bagi IKM melalui Bank Jateng serta pendampingan produksi oleh dinas perindustrian.
“Pak Gubernur memerintahkan kalau ada IKM kita yang membutuhkan pembiayaan, Bank Jateng akan meng-cover dengan KUR-nya. Bank Jateng sudah siap,” kata Urip.
Selain pembiayaan, pendampingan dilakukan untuk memastikan kapasitas dan kualitas produksi sesuai persyaratan sekaligus mengejar target waktu.
“Yang kedua, pendampingan dari dinas perindustrian. Itu juga diperintahkan Pak Gubernur dan dinas perindustrian siap mendampingi agar timeline waktu ini bisa dipenuhi,” imbuhnya.
Berdasarkan data Pemprov Jateng, kapasitas produksi sentra IKM genteng mencapai sekitar 1,07 juta keping per bulan. Sementara itu, kebutuhan genteng untuk program bedah rumah di 12 kabupaten/kota sasaran tercatat sebanyak 614.541 keping.
Dalam acara, Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya menjaga standar kualitas dalam pelaksanaan gentengisasi. Menurutnya, program tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan material perumahan, tetapi juga membuka peluang pasar, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat usaha para perajin lokal.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dalam kegiatan di Majalengka memastikan genteng yang dikirim telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Standardisasi tersebut menjadi bagian penting untuk menjamin kualitas dan ketahanan genteng yang digunakan masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Sugiono. Program gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menggerakkan industri material bangunan lokal.
Pada peluncuran di Majalengka tersebut, pemerintah melepas pengiriman 2,4 juta keping genteng produksi UMKM setempat menggunakan sekitar 600 truk untuk mendukung kebutuhan pembangunan dan perbaikan rumah di sejumlah daerah.*
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.