100 Musisi Ikut Sertifikasi Profesi Musik Bekraf di Semarang

Sebanyak 100 musisi dari berbagai daerah mengikuti sertifikasi profesi musik yang digelar oleh Bekraf di Semarang, Selasa (27/8/19).

SEMARANG – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Profesi Musik kepada 100 musisi tanah air di Gets Hotel Semarang pada 27 hingga 28 Agustus 2019.

Kegiatan kali ini merupakan kali ketiga Bekraf menyelenggarakan Sertifikasi Profesi Musik seteIah sebelumnya diselenggarakan di Ambon dan Medan.

Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, Ari Juliana Gema mengatakan, progam tersebut merupakan kerjasama antara Bekraf dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Musik untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang Iebih kondusif bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya pemusik di Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat meningkatkan pemahaman bahwa sertifikat kompetensi sangat penting dalam meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Sertifikasi profesi ini memberikan nilai tambah. Kita tidak menjanjikan sertifikasi profesi memberikan kesuksesan, tidak pernah karena sertifikat profesi adalah pilihan bagi dia, bagaimana dia diakui kompetensinya sehingga memiliki nilai tambah,” kata Ari, Selasa (27/8/19).

Dikatakan, dalam kegiatan tersebut, para peserta akan mengikuti serangkaian uji kompetensi dan kemudian dinilai oleh tim asesor dari LSP Musik Indonesia.

“Mereka akan diuji tiga hal, pengetahuan umum tentang musik, teknis melalui praktik, dan ketiga sikap dalam menjalankan profesinya. Tiga ini lah yang akan diujikan oleh tim asesor yang akan dilihat apakah kompeten atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Direktur LSP Musik Johnny W. Maukar mengatakan, kegiatan Sertifikasi Profesi Musik dilaksanakan sesuai dengan Standar Kompetemi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Peserta yang mengikuti acara ini adalah musisi yang bisa memainkan alat musik seperti gitar, bass, drum, keyboard, piano, saxophone, nute, atau biola.

“Yang di selenggarakan sekarang diikuti 100 orang. Tahun ini kita menyelenggarakan di empat kota jadi 400 orang, pertama di Ambon, Medan, Semarang dan terakhir di Kutai Kartanegara,” pungkas. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here