Ekonomi Bisnis600 Pembatik di Jateng Bakal Disertifikasi Tahun Ini

600 Pembatik di Jateng Bakal Disertifikasi Tahun Ini

-

- Advertisment -spot_img

Istimewa.

SEMARANG- Sebanyak 600 pembatik di Jawa Tengah tahun ini akan mengikuti proses sertifikasi. Hal tersebut merupakan salah satu upaya dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah dalam meningkatkan kualitas dan daya saing para pembatik.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, tahun lalu setidaknya 300 pembatik dari 10 kabupaten produsen batik di Jawa Tengah telah mengikuti pelatihan standarisasi kerja nasional Indonesia.

“Tahun ini bertambah dua kali lipat. Yaitu 600 pembatik dari 20 kabupetan. Masing-masing kabupaten rata-rata mengirim 30 pembatik. Berarti dalam dua tahun terakhir saja setidaknya sudah 900 pembatik yang tersertifikasi,” ujar Ema, Rabu (3/9).

Ema mengemukakan, sertifikasi dilkukan guna meningkatkan kualitas para pembatik itu sendiri. Selain itu, dengan adanya sertifikasi tersebut diharapkan para produsen juga lebih menghargai keahlian para pembatik.

“Di salah satu daerah juga pengusaha sudah berjanji akan menaikkan upah para pembatik yang sudah tersertifikasi,” ujarnya.

Ditambahkan, kualitas produk maupun keahlian para pembatik terus didorong untuk berkembang karena batik Jawa Tengah memiliki potensi yang cukup besar. Seiring dengan kembali populernya batik di berbagai kalangan.

Meski demikian, diakuinya masih terdapat sejumlah tantangan. Diantaranya, banyak konsumen yang kini lebih cenderung mencari batik-batik yang sudah dalam bentuk busana siap pakai, sedangkan perajin masih sebatas di proses membatiknya saja.

“Trennya sekarang ke arah yang praktis, banyak yang mencari batik-batik yang sudah jadi baju atau dress karena males untuk menjahitkan. Sedangkan sentra-sentra produsen batik sendiri masih jarang yang mengeluarkan dalam bentuk fashion yang juga mengikuti tren,” jelasnya.

Dilanjutkan, ke depan pihaknya akan berupaya menghubungkan sentra-sentra produsen batik ini dengan SMK yang memiliki jurusan tata busana. Selain itu juga mengajak desainer untuk mengajari para pembatik mengenai tren fashion. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Bentomie, Perpaduan Mie dan Bento

SEMARANG- Pengunjung Prima Raja Resto yang berada di kawasan Puri Anjasmoro Semarang kini diberikan ragam pilihan menu. Selain seafood...

Masjid Megah Pendiri JNE, diresmikan Gubernur Bangka Belitung

BANGKA BELITUNG– Masjid Jami’ Soeprapto Soeparno pertama kali dibangun oleh pendiri JNE, Almarhum Bapak H. Soeprapto Soeparno tahun 1979....

XL Axiata Dukung Geliat Wisata Jawa Tengah

*Pastikan Kualitas Jaringan di Magelang, Wonosobo, dan Temanggung MAGELANG- Industri wisata di Jawa Tengah terus menggeliat dan mencoba bangkit, antara...

Dorong Produksi Ekspor, PLN Tambah Daya Produsen Tas

KUDUS– PLN melakukan energize PT Wanxinda Travel Goods. Produsen tas ini menyepakati penambahan daya dari daya I2/197 kilo Volt...
- Advertisement -spot_imgspot_img

PLN Mendukung Pengembangan Ekosistem Electric Vehicle

SEMARANG- PT PLN (Persero) siap mendukung program pemerintah terkait percepatan implementasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) atau Electric...

PLN Sambung Listrik Gratis di Kulon Progo

YOGYAKARTA- PLN kembali melakukan penyambungan gratis kepada masyarakat kurang mampu di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Program Corporate Social Responsibility...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda