Atasi Polusi Udara, Pemkot Semarang Didorong Tambah Ruang Terbuka Hijau

0
Pakar Tata Kota dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (26/7/19).

SEMARANG – Pakar Tata Kota dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Bambang Setyoko mendorong Pemerintah Kota Semarang menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mengurangi polusi udara.

Bambang mengatakan, jika melihat kondisi Kota Semarang yang memiliki daerah atas dan bawah, RTH minimal 30% nampaknya harus lebih banyak dibangun di daerah-daerah di Semarang bawah.

“Kalau di Gunungpati, Mijen tentunya RTH nya di sana harus jauh lebih besar. Beda kalau kita lihat di daerah Semarang bawah, kan masih banyak daerah belum memiliki minimal 30% RTH,” katanya, Jumat (26/7/19).

Disebutnya, masih banyak ruang terbuka hijau di Semarang seperti taman kota belum maksimal sebagai pengendali polusi di perkotaan.

Dilanjutkan, polusi udara di Kota Semarang dipengaruhi tingginya jumlah kendaraan saat ini. Ditambah lagi pabrik dari Industri yang tak memperhatikan aturan-aturan dalam pembuangan limbah berupa asapnya.

“Penggunaan bahan bakar kendaraan saja contoh kecilnya. Kalau kita menggunakan bahan bakar yang tak menimbulkan timbal, pastinya akan lebih ramah lingkungan jika dibandingkan yang menggunakan bahan bakar yang bertimbal,” tandasnya. (ZP/07)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights