Museum Go To Campus Ajak Milenial Kenali Budaya Nasional dan Rawat Kebhinekan

0
Sejumlah mahasiswa tangah asyik mendengarkan informasi yang disampaikan oleh petugas museum dalam kegiatan Museum Go To Campus di FIB Undip Semarang, Senin (26/8/19)

SEMARANG – Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama sejumlah instansi membuka kegiatan Museum Go To Campus di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang, pada hari ini Senin 26 hingga 30 Agustus 2019 mendatang.

Pameran bersama yang digelar di Gedung Serbaguna FIB Undip tersebut turut diikuti 14 instansi yang menampilkan beragam koleksi yang bisa disaksikan siswa Sekolah Dasar hingga mahasiswa.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud, Fitra Arda Ambas mengatakan, melalui berbagai koleksi yang ditampilkan tersebut banyak budaya dan cerita yang bisa dipetik generasi milenial menuju negara yang maju.

Disebutkan, di museum juga terdapat berbagai koleksi yang mencerminkan bagaimana Kebhinekan bukan sesuatu yang salah bahkan para pendahulu mereka hidup damai satu sama lain meskipun berbeda-beda.

“Berbagai koleksi museum yang ada memperlihatkan bahwa merawat Kebhinekan bukan sesuatu yang salah, bahkan orang dulu hidup damai di zamannya. Contohnya Candi Prambanan dan Candi Sewu semua berbeda tapi hidup berdampingan,” katanya.

Dikatakan, melalui museum dapat pula melihat berbagai peradaban yang terjadi sehingga akan semakin paham dan informasi yang ada juga tidak hoax karena sudah melalui berbagai penelitian.

Ditambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan penyempurnaan museum di tanah air agar, kesan museum yang kumuh dan membosankan bisa hilang.

“Kunjungan musim sebenarnya ada peningkatan, namun belum merata, melalui program seperti ini dapat semoga meningkatkan kunjungan. Dan museum yang masih standar bisa membuka ruang publik yang mengakomodir kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Dekan FIB Undip, Dr Nurhayati, M.Hum mengemukakan, program museum go to campus tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif generasi muda baik yang masih sekolah dasar hingga mahasiswa, bahwa negara dibangun melalui Kebhinekan, dan bukti tersebut jejaknya terdapat di museum.

“Melalui berbagai jejak di museum tersebut semoga semakin menambah kuat rasa kecintaan terhadap NKRI dan kesadaran mereka merawatnya semakin nyata,” tandasnya. (ZP/05)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights