CARfix Tunda IPO ke Tahun Depan

SEMARANG – PT Meka Adipratama pemegang lisensi CARfix menunda rencana pelaksanaan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) ke tahun 2020.
Marketing Director PT Meka Adipratama Fadly Hasan mengatakan, penundaan dilakukan melihat kondisi market otomotif yang masih menurun.
“CARfix IPO rencana awal memang tahun ini, namun melihat sektor otomotif turun terus, kita pertimbangan di tahun depan sambil menunggu ekonomi membaik,” kata Fadly, Jumat (4/10/19).
Dikatakan, CARfix saat ini lebih fokus melihat perkembangan ekonomi, apabila dalam waktu dekat bisa membaik, tidak memungkinkan rencana IPO bisa dilakukan tahun ini juga.
“Harapan kalau kondisi ekonomi bisa membaik dalam waktu cepat, tahun ini tidak apa-apa. Karena kita juga sudah publik isu di bursa efek, namun tergantung kondisi makro ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu, lanjutnya hingga akhir tahun ini CARfix akan terus melakukan perluasan jangkauan bengkelnya ke sejumlah wilayah.
Adapun sampai akhir tahun 2019 ditargetkan, CARfix dapat membuka 20 bengkel baru, sehingga bisa memiliki 40 bengkel.
“Target sampai akhir tahun menambah 20 bengkel lagi, jadi bisa 40 bengkel. Bengkel yang akan kita buka sudah siap bangunan dan sarana lainnya,” ujarnya.
Dikatakan, bengkel-bengkel baru itu nantinya akan lebih mengarah ke wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jabodetabek.
Menurutnya, wilayah tersebut dipilih mengingat pasar otomotif kebanyakan berada di Jawa, bahkan mencapai 70 persen.
“Tahun depan kita targetkan akan nambah lagi 70 hingga 110 bengkel. Memang masih konsentrasi di Jawa karena market otomotif 70 persen di Jawa,” jelasnya.
Dilanjutkan, sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah sendiri nantinya akan lebih banyak mengarah ke wilayah pinggiran Semarang.
“Semarang tidak banyak, lebih buka ke arah Grobogan, Demak, Jepara, Ungaran. Semarang sudah lumayan penuh,” katanya.
Sementara itu, lanjutnya dalam waktu dekat akan segera dibuka lagi bengkel di wilayah Pekalongan dan Pondok Labu Jakarta, dan Wonosobo. (ZP/05)
