Pengembang Sayangkan Gerakan Jateng di Rumah Saja Diputuskan Secara Dadakan

0
Tenant sejumlah pengembang dalam pemerannya Property Expo Semarang di atrium mal Ciputra Semarang, Kamis (4/2/20).

SEMARANG – Pengembang di Jawa Tengah menyayangkan gerakan Jateng di rumah saja yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jateng digelar secara dadakan.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, keputusan Pemprov Jateng yang mengeluarkan gerakan Jateng di rumah saja pada 6 – 7 Februari 2021 terlalu buru-buru.

Menurut Dibya, seharusnya keputusan tersebut dibuat jauh-jauh hari sehingga ada persiapan dari berbagai sektor supaya tidak terlalu memberikan kerugian.

“Kalau dari kami para pengusaha kami tidak menginginkan hal ini sampai terjadi penutupan mal, toko dan lain-lain, karena dampaknya akan sangat kurang baik untuk kami,” ujar Dibya Kamis (4/2/20).

Dibya mengatakan, kerugian dari penutupan mal akan cukup lumayan di tengah upaya para pengembang untuk meningkatkan penjualan properti dalam pameran di akhir pekan.

Dia menjelaskan, selama ini pemeran properti yang digelar di mal-mal Semarang selalu lebih ramai saat weekend tiba.

“Kalau menurut teman-teman kerugian bisa 70% karena transaksi ramainya ada di weekend,” katanya.

Dibya mengungkapkan, pengembang senantiasa mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19, namun semestinya setiap keputusan dibuat secar matang agar tidak merugikan ke sektor lain.

“Semoga ini kan masih dapat weekend satu kali ya. Semoga minggu berikutnya nggak-nggak diberlakukan hal yang sama,” ujarnya.

Adapun kali ini para pengembang menggelar pameran Property Expo Semarang di Mal Ciputra Semarang dari tanggal 4 – 15 Februari 2021.

Para calon pembeli bisa datang langsung ke empat tenant pengembang properti dan sejumlah pendukung lainnya.

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights