Cerita Kapal Gas Attaka Mengarungi Samudra Antarkan Gas hingga Ujung Negeri

0
Kapal gas Attaka saat transit di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat 28 Oktober 2022.

SEMARANG – Pendistribusian gas elpiji hingga ke tangan konsumen ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Proses panjang dari hulu sampai hilir harus dilalui dengan penuh perjuangan.

Peran pasokan gas salah satunya dipegang oleh kapal gas Attaka yang memiliki tugas vital menjaga rantai pendistribusian gas elpiji tetap aman tidak terjadi kelangkaan.

Kapal yang dimiliki PT Pertamina International Shipping (PIS) ini bertugas mengambil gas dari berbagai belahan dunia yang kemudian diantar hingga pelosok negeri.

Perjalan mengambil gas dari Amerika hingga Timur Tengah yang memakan waktu lama harus ditempuh. Cuaca ekstrim hingga kondisi anak buah kapal jadi tantangan tersendiri.

Kapal gas Attaka ini mampu mengangkut 3.500 kubik meter bahan gas yang dibawa ke titik pencampuran gas di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Tanjung Emas Semarang.

Direktur Armada PIS, Muhammad Irfan Zainul Fikri mengatakan, waktu yang ditempuh dari pengambilan gas biasanya hingga 78 hari jika dalam kondisi normal. Cuaca buruk pada bulan-bulan tertentu jadi tantangan yang harus bisa dilalui.

PIS sendiri memiliki dua kapal dengan total awak mencapai 200an. Mereka akan bekerja selama 6 – 8 bulan di kapal hingga nantinya bisa bergantian untuk libur bertemu keluarga di rumah.

“Ini memang menjadi tantangan, namun para awak kapal telah memiliki komitmen tinggi menjaga ketahanan energi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Indonesia,” katanya di Semarang, Jumat 28 Oktober 2022.

Dia mengatakan, sebelum sampai di Semarang, kapal gas Attaka akan transit di Tanjung Sekong untuk dilakukan pencampuran bahan gas Propane dan Butane sesuai dengan perhitungan yang sudah ditetapkan.

Gas yang sudah siap pakai kemudian di antar ke sejumlah daerah, seperti Tanjung Emas Semarang. Perjalan kurang lebih 10 jam akan dilalui. Setelah sampai kapal akan menunggu prosedur yang ada hingga bongkar muat bisa dilakukan.

Pipa-pia yang ada di lautan akan jadi penyambung gas dari kapal gas Attaka hingga terminal gas di Semarang.

“Kapal Gas Attaka nantinya akan merapat di Pelabuhan Dalam (Peldam) Tanjung Emas Semarang guna menurunkan muatan,” ujarnya.

Pengemasan gas ukuran 3 kilogram untuk didistribusikan ke konsumen.

Tiba di pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kapal gas Attaka akan diarahkan menggunakan kapal pandu dan kapal tunda untuk merapat ke Peldam Tanjung Emas Semarang yang lokasinya ada di tengah lautan.

Dukungan segala keperluan kapal gas Attaka ini diberikan oleh anak perusahaan yakni PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).

“PTK memiliki 2 unit armada tug boat, 3 marine boat, dan 1 RIB (untuk patroli), dengan 92 orang kru darat dan laut,” ujar GM Marine Business and Operation Region II PTK, Muhammad Gufron Muarif.

Tidak hanya di Semarang, PTK juga membantu kelancaran di berbagai pelabuhan total hingga 104 pelabuhan dengan 429 kapal dan 3.000 lebih kru.

Setelah proses bongkar muat selesai, gas yang sudah siap nantinya akan dibawa truk tangki gas khusus ke SPBE di wilayah Jawa Tengah. Gas yang kemudian dikemas dengan ukuran 3 kilogram hingga 12 kilogram siap dipasarkan melalui agen sampai tingkat pengecer.

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights