JIF-BW 2026 Dibuka, Pamerkan Inovasi Desain dan Keahlian Ukir Jepara kepada Pasar Furnitur Global

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Bank Indonesia resmi membuka gelaran Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIF-BW) 2026 pada 8 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri furnitur Jepara sekaligus memperluas pasar ekspor hingga ke tingkat internasional.
Pembukaan acara dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah yang memberikan dukungan terhadap keberlanjutan industri ukir dan mebel Jepara sebagai salah satu identitas ekonomi daerah.
Ketua Jepara Gerak, Andang Wahyu Triyanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa JIF-BW 2026 merupakan manifestasi semangat kolektif para pengusaha mebel Jepara untuk bangkit dan bertransformasi menghadapi persaingan global.
Menurutnya, pelaku usaha dituntut terus melakukan inovasi desain serta memanfaatkan teknologi dalam proses produksi tanpa meninggalkan ciri khas ukiran Jepara yang telah dikenal dunia.
Wakil Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Jepara tidak hanya sebagai pusat produksi furnitur, tetapi juga sebagai destinasi utama perdagangan furnitur dunia.
“Prioritas pemerintah adalah memberikan kemudahan investasi serta memperkuat ekosistem industri lokal agar pelaku usaha dapat berkembang lebih cepat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan bahwa industri furnitur merupakan bagian penting dari ketahanan ekonomi nasional berbasis budaya. Ia menilai perlindungan kekayaan intelektual desain lokal serta regenerasi pengrajin harus terus diperkuat agar keahlian ukir Jepara tetap lestari.
Dukungan juga datang dari Bank Indonesia melalui program peningkatan daya saing ekspor furnitur. Asisten Direktur Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Meysara Cahyadi, menyampaikan bahwa BI mendorong penguatan kapasitas UMKM, termasuk melalui pelatihan sertifikasi halal untuk produk mebel.
Program tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas, khususnya ke negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang mulai memperhatikan aspek halal dan kepatuhan proses produksi pada produk interior.
Dalam penyelenggaraannya, JIF-BW 2026 menghadirkan dua format utama kegiatan. Pertama, pameran Meeting Point di Gedung Wanita Jepara yang menampilkan produk unggulan dari para exhibitor lokal dan berlangsung hingga 11 Maret 2026. Kedua, pameran In-House, yakni kunjungan langsung para buyer ke workshop dan pabrik milik exhibitor yang berlangsung hingga 8 April 2026.
Melalui konsep tersebut, para pembeli internasional dapat melihat secara langsung kualitas material, detail proses produksi, hingga kapasitas manufaktur industri furnitur Jepara.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, mengatakan penyelenggaraan JIF-BW menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi furnitur Jepara di pasar internasional.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan produk furnitur Jepara semakin dikenal di pasar global dan mampu meningkatkan nilai ekspor daerah,” ujarnya.
Ke depan, JIF-BW diharapkan menjadi platform strategis berkelanjutan yang mampu mengukuhkan Jepara sebagai pusat manufaktur furnitur berkualitas tinggi sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.***
