Abhirama Ranggawarsita 2026 Hadirkan Kolaborasi Budaya, Wisata, dan Ekraf

0

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), terus menggenjot promosi even budaya bergengsi. Yakni Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026. Sejumlah mobil branding resmi diluncurkan dan akan berkeliling selama satu bulan penuh, untuk mengajak masyarakat datang ke even budaya terbesar tersebut.

Peluncuran car branding digelar di halaman Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Kota Semarang, Senin (13/4/2026).

Kendaraan-kendaraan dengan branding berupa stiker publikasi yang tertempel di kaca mobil bagian belakang, siap bergerak lintas kota membawa informasi jadwal dan daya tarik pameran, yang berlangsung pada 6–10 Mei 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan strategi car branding dipilih untuk memperluas jangkauan promosi secara masif. Baik itu mobil dinas, maupun ojek daring.

“Mobil ini kan kelilingnya jauh, ya. Tadi ada grab bisa kemana pun. Harapannya teman-teman bisa melihat, bahwa kita pada tanggal 6-10 Mei ada acara Pameran Abhirama Ranggawarsita,”kata Hanung di sela-sela kegiatan di lokasi.

Menurut Hanung, Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026 tidak sekadar pameran biasa. Even tersebut merupakan pameran tahunan yang menggabungkan tiga kekuatan utama, yakni kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan.

Dari sisi budaya, pengunjung akan diajak menyusuri perjalanan sejarah Jawa Tengah melalui diorama dan koleksi museum masa lampau. Sementara, sektor pariwisata menghadirkan beragam publikasi destinasi unggulan, yang dipromosikan langsung oleh pelaku wisata.

Tak kalah menarik, sektor ekonomi kreatif juga mendapat porsi besar. Pelaku UMKM hingga difabel kreatif dilibatkan, untuk menampilkan karya dan kreativitas mereka.

“Ini panggung untuk UMKM dan teman-teman difabel. Mereka bisa menunjukkan karya, sekaligus menggerakkan ekonomi,” jelasnya.

Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan beragam aktivitas, mulai dari pertunjukan kesenian, diskusi publik (FGD), hingga pameran interaktif. Bahkan, masyarakat yang memiliki benda pusaka seperti keris, juga bisa berkonsultasi langsung dengan ahlinya.

“Kalau punya keris atau benda pusaka, bisa dicek tangguhnya, cara merawatnya. Itu juga kita fasilitasi,” tambah Hanung.

Menariknya, seluruh rangkaian acara itu terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya. Pengunjung bisa datang dari pagi hingga malam untuk menikmati seluruh kegiatan.

“Gratis. Kita ingin masyarakat benar-benar menikmati budaya tanpa batas,” tegasnya.

Hanung membeberkan, tema pameran yaitu Rupa Warna Rasa Nusantara, Pangan dalam Jejak Budaya dari Warisan Leluhur Menuju Pangan Masa Depan. Dia pun mengajak masyarakat untuk meramaikan even itu, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus mendorong ekonomi daerah.

“Yuk kita meriahkan bersama Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026,” ajaknya.*

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights