Lari Sambil Berbagi, Rupiah Borobudur Playon 2026 Siap Digelar Juli Mendatang

0

SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar ajang sport tourism “Rupiah Borobudur Playon 2026: Lari untuk Berbagi”. Kegiatan tahunan yang memasuki penyelenggaraan keempat ini akan berlangsung pada 4-5 Juli 2026 di kawasan Candi Borobudur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, event tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai cinta, bangga, dan paham rupiah.

“Ini merupakan kerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah dan sudah menjadi event tahunan. Tahun ini adalah penyelenggaraan yang keempat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun ini terdapat dua kategori lomba lari yakni 5K dan 10K. Rangkaian acara dimulai sejak 4 Juli 2026 dengan berbagai kegiatan seperti pameran UMKM lokal unggulan, edukasi kebanksentralan, hingga sosialisasi cinta rupiah.

“Selain lari, masyarakat juga bisa berbelanja dan berwisata di sana,” katanya.

Noor Nugroho menambahkan, konsep “Lari untuk Berbagi” menjadi nilai utama dalam kegiatan tersebut. Dana yang diperoleh dari biaya pendaftaran peserta akan dikembalikan untuk membantu pengembangan wilayah di sekitar Borobudur.

“Tahun lalu ada sekitar 20 desa atau dusun yang menerima bantuan. Tahun ini kemungkinan akan dilakukan hal yang sama, terutama untuk pengembangan pengelolaan sampah,” jelasnya.

Menurut dia, bantuan yang diberikan akan difokuskan pada penyediaan unit pengolahan sampah di sejumlah desa sekitar kawasan Borobudur. Selain itu, BI juga membuka peluang bantuan lain sesuai kebutuhan masyarakat desa melalui proposal yang diajukan.

“Kami ingin kegiatan ini bersifat green dan berkelanjutan sehingga memberi manfaat luas bagi masyarakat sekitar Borobudur,” imbuhnya.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, BI menargetkan sekitar 4.000 peserta lari. Sementara total pengunjung selama dua hari kegiatan diperkirakan mencapai 10 ribu orang.

“Kami mempertimbangkan kapasitas lokasi dan kenyamanan peserta, sehingga target pelari tetap di angka 4.000. Namun kami berharap total pengunjung bisa mencapai sekitar 10 ribu orang,” katanya.

Ia juga menegaskan, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi masyarakat untuk memperlakukan rupiah dengan baik serta meningkatkan kemampuan mengenali uang asli.

“Masih banyak uang yang dilipat, diremas, dilubangi, bahkan distaples. Kami ingin masyarakat lebih memahami bagaimana memperlakukan rupiah agar lebih tahan lama dan layak edar,” ujarnya.

Selain itu, event tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Jawa Tengah melalui konsep sport tourism yang saat ini tengah diminati masyarakat.

“Kami ingin mendatangkan lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Jadi selain olahraga, peserta juga menikmati wisata dan berbelanja produk UMKM,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia dalam berkolaborasi menggelar Rupiah Borobudur Playon.

“Kegiatan ini bersinergi dengan program Pemprov Jawa Tengah untuk mengembangkan sport tourism,” ujarnya.

Menurut Sumarno, event lari tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah karena mendatangkan wisatawan dari luar daerah.

“Minimal mereka makan, menginap di hotel, dan berbelanja. Itu akan meningkatkan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” katanya.

Ia juga menyambut baik konsep “Lari untuk Berbagi” yang dinilai memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan Borobudur, khususnya dalam penanganan persoalan sampah.

“Sampah menjadi persoalan bersama. Mudah-mudahan kontribusi dari kegiatan ini menjadi salah satu solusi penanganan sampah di kawasan Borobudur,” tandasnya.***

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights