Wagub Taj Yasin: Jiwa Kepemimpinan Santri Dibentuk Lewat Riyadhah

SEMARANG – Puluhan santri Ma’had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Kabupaten Karanganyar, mengunjungi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen untuk belajar tentang kepemimpinan.

Para santri itu ditemui langsung di Wisma Perdamaian Semarang pada Rabu, 16 September 2026. Pada pertemuan itu, para santri berdialog langsung kepada Taj Yasin untuk menanyakan berbagai hal tentang kepemimpinan.

Salah seorang santri, Taufik bertanya bagaimana caranya membentuk jiwa kepemimpinan setelah berada di luar pondok pesantren.

Menanggapi hal itu, Taj Yasin menyampaikan, proses membentuk karakter kepemimpinan tidak bisa diraih secara instan. Melainkan melalui perjalanan panjang serta pondasi spiritual yang kuat.

“Menjadi pemimpin itu ada tahapannya. Seperti teladan Nabi Muhammad SAW maupun Imam Syafi’i, semua melalui proses belajar, mengamalkan ilmu, hingga riyadhah. Di usia adik-adik santri saat inilah pondasi itu dibangun,” ujar tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Ia menambahkan, kunci utama bagi seorang santri agar mampu menjadi pemimpin yang tangguh di masa depan adalah keistiqomahan dalam beribadah dan menjaga nilai-nilai kebaikan.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin merespon pertanyaan mengenai kesiapan lulusan pesantren dalam bersaing di era global serta tantangan pembangunan di Jawa Tengah.

Gus Yasin kembali menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen mendukung akses pendidikan bagi para santri. Salah satunya melalui alokasi program beasiswa tingkat perguruan tinggi hingga Ma’had Aly.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi beasiswa untuk lulusan pesantren, baik yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, swasta, maupun Ma’had Aly yang setara S1. Kita ingin santri tidak hanya matang secara ilmu agama, tetapi juga siap bersaing secara akademis dan global,” tegas Wagub yang memimpin Jawa Tengah bersama gubernur Ahmad Luthfi. .

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus menyalurkan insentif kepeda ribuan pengajar agama di wilayah Jawa Tengah. Hal ini bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendidik karakter generasi muda.

Kepala Unit Ma’had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus, Tri Musthofa mengatakan, pihaknya sengaja mengajak para santri untuk mendatangi tempat-tempat yang berkaitan langsung dengan ilmu yang sedang dipelajari.

“Belajar tidak hanya di kelas. Mereka harus mengembara. Mereka harus pergi ke tempat di mana ilmu itu berasal, sehingga para santri bisa melihat ilmu teraplikasikan dan mendapatkan ilmu secara langsung,” jelasnya.

Kunjungan ke pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi para santri.

“Kami berharap para santri mendapatkan arahan, nasihat, dan wejangan. Mereka merupakan penerus generasi bangsa dan dengan kemampuan-kemampuan yang ada, kami berharap mereka bisa bermanfaat untuk agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.***

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

Verified by MonsterInsights