Atlanta Elektronik Bangkit dengan Wajah Baru, Siap Hadapi Perubahan Zaman

SEMARANG – Perubahan teknologi dan menjamurnya belanja online tak membuat Atlanta Elektronik meninggalkan toko fisik. Justru di tengah persaingan yang semakin ketat, perusahaan ritel elektronik tersebut membuka kembali showroom Atlanta Elektronik Mataram di Jalan MT Haryono No. 540, Semarang, Jumat (28/8/2026).
Reopening tersebut menjadi penanda babak baru bagi Atlanta Elektronik yang telah melewati berbagai perubahan industri selama puluhan tahun. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, Atlanta memilih memperkuat bisnisnya melalui pembaruan layanan sekaligus mempererat kolaborasi dengan para mitra.
Owner Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, mengatakan perjalanan bisnis elektronik saat ini tidak lagi sama seperti beberapa tahun lalu. Persaingan semakin terbuka dan konsumen memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan produk maupun tempat berbelanja.
Menurutnya, perubahan tersebut membuat pelaku usaha ritel harus terus menyesuaikan diri agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Sekarang tantangannya berbeda. Kami tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan dalam jumlah besar, tetapi harus melihat kebutuhan konsumen dan menjaga hubungan dengan para mitra,” kata Santoso.
Bagi Atlanta, reopening showroom di Jalan MT Haryono bukan sekadar menghadirkan kembali tempat berbelanja elektronik. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mempertahankan kepercayaan konsumen di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Atlanta sendiri telah menjalani bisnis elektronik sejak 1995. Selama perjalanan itu, Santoso menyaksikan perubahan besar dalam industri, mulai dari tingginya permintaan produk hingga kondisi saat ini, ketika konsumen dapat membandingkan berbagai merek dan harga hanya melalui telepon genggam.
Kondisi tersebut membuat keberadaan toko fisik menghadapi tantangan baru. Namun, Santoso meyakini toko tetap memiliki peran penting, terutama dalam memberikan pengalaman langsung kepada konsumen.
Konsumen, kata dia, dapat melihat dan membandingkan produk secara langsung, sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai tipe, spesifikasi, hingga penggunaan barang yang akan dibeli.
Selain itu, layanan setelah pembelian juga menjadi nilai penting yang ingin terus dipertahankan Atlanta.
“Kalau ada konsumen mengatakan harga online lebih murah, kami harus menjelaskan bahwa konsumen juga perlu melihat tipe barang dan layanan yang didapat. Ketika barang bermasalah setelah dibawa pulang, mereka membutuhkan tempat untuk mendapatkan solusi,” ujarnya.
Untuk menghadapi persaingan tersebut, Atlanta terus menjaga hubungan dengan berbagai pihak dalam ekosistem bisnis elektronik, mulai dari produsen, grosir, hingga toko-toko mitra.
Hubungan tersebut terlihat dalam momentum reopening Atlanta Elektronik di Jalan MT Haryono. Sejumlah brand elektronik nasional dan internasional turut memberikan dukungan, di antaranya Polytron, Akari, Artugo, LG, Sharp, Sony, Samsung, AQUA, NIKO, Changhong, Daikin, Midea, MODENA, dan TCL.
Direktur PT Hartono Istana Teknologi, Tekno Wibowo, mengatakan hubungan Polytron dengan Atlanta telah terjalin dalam perjalanan panjang bisnis perusahaan tersebut.
Menurutnya, Atlanta telah menjadi salah satu bagian dalam perjalanan pemasaran berbagai produk Polytron, mulai dari televisi, kulkas, mesin cuci, hingga produk kendaraan listrik.
Dukungan juga datang dari CEO PT Akari Indonesia, Kenny Kwe. Ia menyebut hubungan kerja sama dengan Atlanta telah berlangsung sejak lama dan terus berkembang seiring perjalanan bisnis kedua pihak.
Sementara itu, Sales Director PT LG Electronics Indonesia, Erwan Zheng, menilai kemampuan Atlanta untuk bertahan selama puluhan tahun merupakan pencapaian yang tidak mudah.
Di tengah perubahan pola belanja dan semakin ketatnya persaingan, konsistensi menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis.
Brand Artugo juga melihat Atlanta sebagai mitra strategis untuk terus berkembang. CEO PT Kreasi Arduo Indonesia, Robert Widjaja, mengatakan pihaknya ingin terus memperkuat kolaborasi yang telah terjalin.
“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Atlanta. Harapannya, Artugo bisa tumbuh bersama Atlanta,” katanya.
Senior GM National Sales & Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, mengatakan tantangan industri elektronik saat ini semakin kompleks. Selain perubahan pasar, pelaku usaha juga harus menghadapi berbagai dinamika dan perkembangan yang terus berlangsung.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar industri tetap dapat bertahan.
“Sekarang tantangannya lebih nyata. Kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ada agar tetap bertahan dan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Retail Head Director PT Samsung Electronics Indonesia, Praryadi Slamet. Ia mengatakan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), akan semakin memengaruhi produk elektronik dan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, ia menilai kolaborasi antara pelaku ritel dan para mitra menjadi kekuatan penting untuk menghadapi masa depan.
“Kami yakin bersama Atlanta dan seluruh mitra elektronik, kita bisa maju dan berkembang bersama. Harapannya, Atlanta bukan hanya bertahan 30 tahun, tetapi bisa terus berkembang hingga 100 tahun ke depan,” katanya.
Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia, Siswo Handoyo, juga mengungkapkan bahwa hubungan bisnis dengan keluarga Santoso telah berlangsung lintas generasi.
“Ini hubungan bisnis yang sudah diteruskan ke generasi kedua. Saya bangga brand lokal NIKO bisa hadir berdampingan dengan brand internasional maupun lokal lainnya di Atlanta,” ujarnya.
Sementara itu, Branch Manager Changhong Jawa Tengah, Ega, mengapresiasi perjalanan Atlanta Elektronik yang terus bertahan di tengah perubahan industri. Ia berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan semakin kuat.
Reopening Atlanta Elektronik di Jalan MT Haryono pun menjadi momentum untuk melanjutkan perjalanan tersebut. Bukan hanya menghadirkan kembali showroom bagi konsumen, tetapi juga mempertegas komitmen Atlanta untuk terus mengikuti perkembangan zaman.
Santoso berharap dukungan dari para mitra dan masyarakat Semarang dapat menjadi kekuatan bagi Atlanta untuk terus tumbuh di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.
“Kami ingin terus berjuang, beradaptasi, dan mendapat dukungan masyarakat Semarang agar Atlanta tetap dipercaya dan bisa memberikan kontribusi,” pungkasnya.***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.