Bareksa Gandeng Jagartha Advisors Luncurkan Bareksa Prioritas

JAKARTA- PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa.com) hari ini resmi meluncurkan fitur Bareksa Prioritas, yang diperuntukkan bagi nasabah high net worth (nasabah yang memiliki aset finansial minimal US$1 juta atau sekitar Rp14,3 miliar) guna mempermudah akses terhadap pengelolaan kekayaan secara digital.

Sebagai pelopor inovasi dalam industri wealth management digital di Indonesia, Bareksa Prioritas hadir dengan menggandeng Jagartha Advisors, perusahaan penasihat investasi independen, yang akan membantu nasabah memaksimalkan investasinya dengan pendampingan penasihat investasi secara intensif.

Berdasarkan data Capgemini, jumlah populasi masyarakat high net worth individual (HNWI) di Indonesia naik 13,7 persen pada 2016. Jumlah kekayaan HNWI Indonesia juga tumbuh 14,3 persen di 2016. Serupa, laporan Credit Suisse Research Institute pada akhir 2017 mencatat sebanyak 111 ribu penduduk Indonesia masuk dalam kategori HNWI dengan aset finansial di atas US$1 juta. Angka itu diprediksi naik lebih dari 10 persen tiap tahunnya di masa mendatang.

Sejalan dengan pertumbuhan populasi HNWIyang kian meningkat, bisnis wealth management juga memiliki potensi menjanjikan. Bareksa.com sebagai marketplace reksadana online terintegrasi pertama di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar investor reksadana hampir 25 persen melalui distribusi secara online, memperluas segmentasi nasabahnya ke kalangan HNW.

Co-Founder Bareksa.com, Karaniya Dharmasaputra menyatakan terdapat peluang pertumbuhan bagi industri financial technology (teknologi finansial) di segmen nasabah HNW. “Selama ini ada stigma bahwa perusahaan teknologi di bidang keuangan hanya bisa memiliki segmentasi terbatas di masyarakat segmen middle – low. Padahal, pertumbuhan populasi masyarakat middle – up di Indonesia justru semakin meningkat. Di sinilah kami melihat peluang untuk memfasillitasi akses mereka terhadap investasi, khususnya wealth management, yang terintegasi dengan teknologi digital dan internet,” ujar Karaniya.

Hadir sebagai platform wealth management digital bagi nasabah HNW dengan menggandeng penasihat investasi independen merupakan hal yang pertama di Indonesia bahkan Asia, Bareksa Prioritas diharapkan mampu menjembatani gap teknologi digital di kalangan HNW terkait bagaimana mereka mendapatkan akses terhadap layanan wealth management.

“Teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari – hari, tak terkecuali bagi segmen middle – up yang sudah mulai fasih dengan fenomena digitalisasi. Sehingga penting bagi para pelaku industri wealth managementuntuk mulai mencoba melakukan pendekatan digital dan inovasi pada pangsa pasar masyarakat di segmen middle – up,” ungkap Karaniya.

“Dengan menggandeng Jagartha Advisors sebagai penasihat investasi yang memiliki keahlian dan pengalaman untuk melayani nasabah HNW diharapkan bisa membantu mengoptimalkan inovasi yang dilakukan Bareksa,” lanjut Karaniya.

Data Capgemini mencatat, secara global, permintaan HNWI untuk layanan konsultasi otomatis naik dari 48,6 persen pada 2015 menjadi 66,9 persen pada tahun 2016. Di wilayah Asia Pasifik, nasabah HNWI Indonesia secara khusus memiliki permintaan tertinggi akan perangkat digital dalam berinvestasi.

Pentingnya Penasihat Investasi dalam Layanan

Wealth Management Digital Teknologi telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan keuangan melalui kehadiran financial technology. Kalangan HNW yang menjadi segmen dari layanan wealth management memiliki ciri khas tersendiri.

Ari Adil, Co-Founder and Chairman Jagartha Advisors mengatakan “Dalam layanan wealth management digital, yang harus menjadi fokus adalah bagaimana kita dapat memberikan pengalaman layanan yang baik bagi para nasabah high segment ini. Termasuk face toface discussion yang masih dibutuhkan dalam layanan konsultasi investasi.”

Laporan fintech Citigroup Inc tahun 2016 mengungkapkan bagaimana robo–advisors mulai hadir dan berkontribusi pada portofolio investor, layaknya peran penasihat tradisional. Namun, bagi kalangan high segment, peran penasihat investasi secara tradisional lebih dibutuhkan ketika berbicara mengenai pengelolaan keuangan.

“Ada saatnya investor akan menghadapi risiko investasi yang signifikan, sehingga melibatkan emosional, kekhawatiran, dan ketakutan mereka. Hal inilah yang menjadi poin utama di mana peran penasihat investasi tradisional masih sangat dibutuhkan untuk memberikan konsultasi secara logis, sekaligus memberikan pendampingan secara emosional terhadap investor. Untuk itu, kami menyambut baik langkah Bareksa yang telah melibatkan kami dalam memberikan konsultasi investasi kepada para nasabah Bareksa,” tambah Ari.

Memiliki nasabah high segment dengan dana simpanan minimum Rp5 miliar, Bareksa Prioritas menyediakan berbagai layanan yang diperuntukkan bagi high segment mulai dari laporan riset, feature teknologi Bareksa untuk Bareksa Prioritas, hingga customer loyalty program yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Akses konsultasi dengan penasihat investasi juga menjadi salah satu manfaat unggulan yang ditawarkan Bareksa Prioritas bagi nasabahnya. Sebagai penasihat investasi independen, pendiri Jagartha Advisors memiliki gabungan keahlian dan pengalaman selama 25 tahun, baik dalam asset management, private banking, wealth management dan penasihat investasi.

“Melalui peran penasihat investasi yang independen tanpa terikat pada perusahaan investasi apapun, harapannya kami mampu memberikan layanan eksklusif konsultasi dan analisa investasi dari sudut pandang investor. Mengingat Bareksa Prioritas merupakan platform layanan wealth management secara digital, maka kepentingan dan kebutuhan investor menjadi fokus utama layanan kami,” ujar Ari. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here