Berikut 10 Komoditas Utama Penyumbang Inflasi Jateng Sepanjang 2018

Istimewa.

SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat, tingkat inflasi tahun kalender bulan Januari 2018 – Desember 2018 maupun tingkat inflasi tahun ke tahun/Y on Y bulan Desember 2018 terhadap Desember 2017 di Jateng terpantau sebesar 2,82%.

Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, inflasi tahun 2018 sebesar 2,82% tersebut masih rendah dibandingkan tingkat nasional maupun dibandingkan inflasi tahun 2017 dan 2016.

“Ini berkat kerja keras Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng yang sangat intensif menghadapi gejolak harga. Ditambah sektor keamanan, distribusi juga cukup bagus. Dan kita tahu bencana juga tidak terjadi banyak,” kata Sentot, Rabu (2/1).

Disebutnya, sepanjang 2018 sedikitnya terdapat 10 komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi, mulai kenaikan harga bensin, beras hingga buah-buahan turut menjadi pemicunya.

“Ada beberapa komoditas yang selama tahun ini mengalami kenaikan, terutama kenaikan harga bensin, rokok, daging ayam ras, beras, upah pembantu rumah tangga, upah bukan mandor, sayur, makanan jadi dan buah-buahan,” ujarnya.

Namun demikian, beberapa komoditas lain yang mampu menjadi penahan laju inflasi sepanjang 2018 diantaranya minyak goreng, cabai merah dan beberapa komoditas lainnya.

Pihaknya pun mengingatkan, pemerintah Jateng di tahun 2019 agar tetap menjaga inflasi di Jateng supaya tetap terkendali.

“Tren awal tahun biasanya relatif lebih rendah inflasinya dibandingkan bulan Desember, namun tergantung pada komoditas kita beras, Januari ada panen tapi itu biasa suplay dan distribusi perlu diperhatikan,” jelasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here