BI Dorong Pengusaha Kembangkan Model Bisnis yang Adaptif di Era Disrupsi

Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali saat menjadi narasumber dalam kegiatan seminar temu responden BI Jateng, Selasa (12/11/19).
Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali saat menjadi narasumber dalam kegiatan seminar temu responden BI Jateng, Selasa (12/11/19).

SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan seminar temu responden di Ruang Lokapala Lantai 8, Kantor KPwBI Jateng, Selasa (12/11/19).

Kegiatan seminar yang diisi Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali itu mengambil tema “Penguatan Daya Saing di Tengah Fenomena Disruption dan Perkembangan Teknologi”.

Adapun kegiatan tersebut merupakan wujud apresiasi BI kepada pelaku usaha, khususnya contact liaison dan responden survei yang selama ini telah membantu dalam penyediaan data dan informasi bagi BI.

Kepala Grup Sistem Pembayaran, PUR, Layanan dan Administrasi BI Jawa Tengah, Anton Daryono dalam sambutannya menyampaikan, teknologi digital saat ini telah memasuki hampir semua ruang lingkup kehidupan yang terindikasi berkontribusi mengubah perilaku masyarakat.

Perkembangan pesat teknologi digital melalui inovasi yang diciptakannya, kata dia juga menjadi pertanda bahwa Indonesia saat ini telah masuk ke dalam peradaban baru Revolusi Industri 4.0, dimana perkembangan teknologi telah tampak pada berbagai aktivitas masyarakat.

“Perkembangan teknologi digital turut terjadi pada aspek ekonomi, yakni terciptanya digitalisasi ekonomi. Hal tersebut tercermin pada peningkatan aktivitas e-commerce dan fintech yang memberikan ruang terbuka bagi transformasi bisnis,” ujar Anton.

“Perkembangan positif ini bila dimanfaatkan dengan tepat akan dapat mendorong alokasi sumber daya yang lebih efisien dan pada akhirnya mendukung kegiatan ekonomi domestik,” sambungnya.

Dia melanjutkan, pada satu sisi, perkembangan pesat teknologi digital memberikan dampak positif bagi kegiatan ekonomi, yakni berpotensi meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat dan memperbaiki kualitas hidup manusia.

Namun pada sisi lain, kata dia teknologi digital juga memberikan tantangan. Gelombang inovasi yang datang serta terciptanya kompetisi yang semakin ketat tentunya menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi pelaku usaha.

“Untuk itu, pelaku usaha harus mampu mengembangkan model bisnis yang solid dan adaptif, serta mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi agar dapat tumbuh secara berkesinambungan pada masa yang akan datang, di tengah tantangan lingkungan bisnis yang semakin dinamis,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here