BI Jateng Siapkan Strategi Pengembangan Pariwisata untuk Dongkrak Ekonomi 2027

SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi pada 2027. Untuk mendukung target tersebut, BI telah mulai menyiapkan berbagai langkah sejak 2026, termasuk mengumpulkan informasi dan memetakan kebutuhan pengembangan sektor pariwisata.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, mengatakan pengembangan pariwisata menjadi salah satu fokus yang sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pada 2027 pemerintah memiliki komitmen meningkatkan sektor pariwisata. Karena itu, sejak 2026 kami mulai mengumpulkan berbagai informasi dan menyiapkan hal-hal yang diperlukan dalam rangka pengembangan pariwisata Jawa Tengah,” ujarnya.
Menurut Andi, BI juga mempelajari praktik pengembangan pariwisata berkelanjutan, termasuk dari Bali, sebagai referensi untuk diterapkan di Jawa Tengah. Konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah destinasi atau kunjungan wisatawan, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
“Pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara mengenai destinasi wisatanya saja, tetapi juga bagaimana menjaga keberlanjutan dan lingkungan agar sektor ini dapat berkembang dalam jangka panjang,” katanya.
Andi menjelaskan, investasi merupakan faktor penting dalam mendukung pengembangan pariwisata. Selama ini, investasi di Jawa Tengah masih didominasi sektor industri pengolahan. Ke depan, diharapkan semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di sektor pariwisata.
Menurutnya, berkembangnya sektor pariwisata akan membuka peluang investasi pada berbagai bidang pendukung, mulai dari transportasi, akomodasi, perhotelan hingga infrastruktur penunjang lainnya.
“Investasi dibutuhkan untuk semua sektor pembangunan ekonomi. Dengan semakin berkembangnya pariwisata, kami berharap investor juga mulai mengalihkan investasinya ke sektor ini,” ujarnya.
Ia mengakui investasi di sektor pariwisata saat ini masih belum sebesar investasi pada sektor industri. Karena itu, diperlukan dukungan pemerintah melalui kebijakan yang memberikan kemudahan berusaha sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih melalui berbagai kebijakan maupun kemudahan bagi investasi di sektor pariwisata, sehingga minat investor semakin meningkat,” katanya.
Selain kebijakan investasi, Andi menilai pembangunan infrastruktur menjadi faktor utama dalam mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata memerlukan dukungan akses transportasi yang memadai, infrastruktur dasar, serta ketersediaan akomodasi yang memenuhi kebutuhan wisatawan.
Ia menambahkan, penyederhanaan regulasi untuk pembangunan fasilitas pendukung, seperti hotel dan sarana akomodasi lainnya, juga perlu dilakukan tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Andi menekankan pentingnya sistem transportasi yang terintegrasi untuk meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi wisata di Jawa Tengah. Tidak hanya pembangunan jalan, tetapi juga penguatan transportasi massal dan moda transportasi pendukung lainnya agar mobilitas wisatawan menjadi lebih mudah.
“Dukungan transportasi yang terintegrasi akan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat daya saing pariwisata Jawa Tengah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya.***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.