UmumKesehatanBPJS Kesehatan Optimistis 100% Masyarakat Jateng Terkover UHC di...

BPJS Kesehatan Optimistis 100% Masyarakat Jateng Terkover UHC di 2019

-

- Advertisment -spot_img

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jateng-DIY, Aris Jatmiko.

SEMARANG- Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jateng-DIY, Aris Jatmiko optimistis pada 2019 nanti seluruh masyarakat Jawa Tengah telah tercover Universal Health Coverage (UHC).

Aris Jatmiko mengatakan target UHC atau Jaminan Kesehatan Nasional merupakan program nasional. Hal itu sudah dikoordinasikan dengan 11 kementerian dan pemerintah daerah untuk mewujudkan program tersebut.

“Dalam hal kebijakan penganggaran, sudah dibicarakan dengan semua daerah agar semua masyarakat bisa tercover kesehatannya. Pada 2019 mendatang, diyakini semua daerah bisa mencapai UHC tersebut,” kata Aris, Senin (1/10).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengemukakan, UHC di 35 kabupaten/ kota se Jateng saat ini belum tercapai secara keseluruhan. Hal tersebut berkaitan dengan masalah pembiayaan.

“Jika hanya mengandalkan premi dari peserta BPJS, masih cukup menyulitkan karena sampai sekarang baru 17 juta penduduk atau 45% di Jateng yang sudah terbayarkan. Angka itu sudah termasuk masyarakat miskin dan tidak ada masalah,” ujar Yulianto.

Dia menambahkan, sampai September 2018 klaim fasilitas kesehatan (faskes) baru terbayar sekitar Rp 7,3 triliun. Angka itu, kata dia, sudah termasuk pembayaran bagi masyarakat miskin.

“Persoalannya, jika digabung dengan masyarakat umum lainnya, pembayarannya memang masih belum cukup. Dalam persoalan itu, kami tetap berupaya agar segera terselesaikan seperti peningkatan jumlah peserta BPJS sehingga target UHC pada 2019 bisa tercapai,” ujarnya.

Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen menambahkan, saat ini DPRD Jateng tengah menyusun raperda mengenai kesehatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan.

“Diharapkan, dengan munculnya persoalan tunggakan itu, tidak menganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucap Legislator PKB itu.

Menurut dia saat ini perlu pemetaan masalah agar persoalan tunggakan segera selesai, karena jika belum menemukan solusi, maka bisa berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat yang terhambat. Untuk itu, menurutnya perlu dicari solusi atas masalah tersebut. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama di Solo

SOLO– PT. Indosat Tbk (Indosat Ooredoo), perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia, mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial pertama di...

Bea Cukai Semarang Amankan Rokok Ilegal

SEMARANG – Bea Cukai Semarang berhasil mengamankan jutaan batang rokok ilegal yang dibaurkan dengan rongsok botol plastik bekas di...

CCEP Salurkan Donasi Untuk Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana Di NTT

SEMARANG – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia kembali memberikan donasi kepada masyarakat terdampak bencana di provinsi NTT melalui Badan...

Hotel Santika Pekalongan Tawarkan Menu Makan Sehat Tanpa Pengawet

PEKALONGAN - Makanan yang sehat tanpa  zat penyedap maupun pengawet mulai dilirik oleh sebagian masyarakat kita. Pola makan yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

LG PuriCare 360° Air Purifier Tawarkan Pembersihan Udara

*Inovasi Jangkauan Lebih Luas Melingkupi Ruang JAKARTA - PT. LG Electronics Indonesia (LG) mengumumkan dimulainya pemasaran air purifier (pemurni udara)...

Ganjar Kunjungi Pabrik Samator, Pastikan Stok Aman

KENDAL  – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo begitu serius untuk mengamankan pasokan oksigen untuk rumah sakit rujukan di Jawa...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda