UmumKesehatanBPOM Ajak Masyarakat Waspadai Jamu Tradisional Bercampur Bahan Kimia

BPOM Ajak Masyarakat Waspadai Jamu Tradisional Bercampur Bahan Kimia

-

- Advertisment -spot_img

Sejumlah obat tradisional atau mengandung bahan kimia obat dipamerkan BPOM, 30 November 2015. Foto oleh M Irham/Rappler.com

SEMARANG- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat agar waspada saat memilih jamu yang dijual di pasaran. Pasalnya, banyak jamu tradisonal di lapangan yang ditemukan sengaja dicampur dengan bahan kima berbahaya.

Kepala Balai BPOM Semarang, Safriansyah mengatakan, kasus perkara yang ada di Jawa Tengah saat ini masih banyak pencampuran bahan kimia berbahaya pada obat tradisional, terutama jamu.

“Dari 19 kasus perkara obat dan makanan, yang tertinggi kasunya yakni obat tradisional (jamu) yang dicampur bahan kimia,” kata Safriansyah, Jumat (16/11).

Dikatakan, banyaknya produsen nakal tersebut didorong keyakinan masyarakat ketika minum jamu lebih aman, karena menggunakan bahan herbal, namun di pasaran tidak semua jamu aman.

“Para petani, nelayan, buruh, mereka merasakan enak begitu minum jamu. Dan itu yang dicari, yang bisa langsung ces pleng, padahal kalau hasilnya langsung nyata seperti itu biasa pasti ada bahan kimia,” ucapnya.

Dia pun mengajak masyarakat agar waspada ketika memilih jamu. Lihatlah apakah ada izin BOMP dan tanggal kadaluarsa. Ditambah, masyarakat juga bisa melapor jika menemukan obat-obat tradisioanal berbahaya lainnya agar bisa segera ditindak.

“Kalau dari awal sudah ilegal, sembunyi-sembuyi ketika produksi, yang sudah kita proses hukum,” ujarnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Smartfren Sediakan Hadiah Miliaran Rupiah di Rejeki WOW Treasure Hunt Periode Ketiga

JAKARTA – Setelah sukses membagikan hadiah sekaligus membuka peluang baru untuk lebih dari 3,9 juta pemenang, sekarang Smartfren menghadirkan...

Mulai Hari Ini Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya...

Original Coklat dari Hotel Santika Pekalongan

PEKALONGAN - Coklat? Makanan manis yang bisa menjadi Mood Boster untuk sebagian orang. Makanan manis satu ini tentu sangat...

Usaha Jus Organik Pelajar Semarang Ini Raup Omzet Jutaan

SEMARANG - Usaha jus buah dan sayuran organik yang ditekuni pelajar di Kota Semarang ini membawa keberuntungan bagi kondisi...
- Advertisement -spot_imgspot_img

KA Lokal PSO Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu, Kembali Beroperasi

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, kembali mengoperasikan KA Lokal PSO mulai Rabu 22 September...

Sporty Car Kian Diminati, Nasmoco Hadirkan 5 Varian Toyota Gazoo Racing

SEMARANG - Diperkenalkan sejak dua tahun lalu, deretan model Toyota Gazoo Racing mulai dari sports car GR Supra hingga...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda