BPS: Nilai Tukar Petani Jateng September 2019 Naik 0,98 Persen

Istimewa.

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah September 2019 sebesar 105,98 atau naik 0,98 persen dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 104,95.

Adapun kenaikan NTP karena lndeks Harga Yang Diterima Petani (It) naik 0,49 persen Iebih tinggi dibandingkan lndeks Harga Yang Dibayar Petani (lb) yang turun 0,48 persen.

“Dari lima subsektor pertanian komponen penyusun NTP, empat subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu, subsektor Tanaman Pangan naik 1,80 persen, subsektor Hortikultura naik 0,13 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik 3,95 persen, dan subsektor Perikanan naik 0,70 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono, Rabu (2/10/19).

Dikatakan, sedangkan subsektor yang mengalami penurunan indeks yaitu subsektor Peternakan sebesar 1,39 persen.

Dilanjutkan, pada September 2019, komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain, gabah, jagung, kacang kedelai, kacang tanah, salak, petai, pisang, petsai/sawi, jeruk, tembakau, kapulaga, kapuk, cengkeh, karet, telur ayam buras, telur itik, udang, tenggiri, kembung, layur/beledang, swanggi, nila, nilem, gurame dan rumput laut.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain, ketela pohon/ubi kayu, ubi jalar, kacang hijau, bawang merah, cabai merah, bawang daun, buncis, tomat, kopi, |ada/merica, kakao, sapi potong, telur ayam ras, kambing, cakalang, manyung, Iele, dan bandeng.

“Dari 33 provinsi di Indonesia, pada September 2019 kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Jambi sebesar 2,27 persen. Sebaliknya penurunan NTP terbesar di Provinsi Maluku Utara sebesar 1,56 persen,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here