Dari Usaha Rumahan ke Pasar Dunia, Kisah Sukses UMKM Salatiga Bersama BCA

SALATIGA – Produsen makanan dan minuman olahan tradisional asal Salatiga, Jawa Tengah, PT Adarasa Putra Jaya (Adarasa), berhasil memperluas jangkauan pasarnya hingga ke kancah internasional. Keberhasilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini menembus pasar mancanegara tidak lepas dari dukungan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui pembiayaan, layanan transaksi, dan program pendampingan ekspor.

Kini, Adarasa aktif mengekspor berbagai produk berbasis bahan alami, mulai dari gula kelapa, rempah-rempah, hingga bahan minuman seperti bubuk ubi ungu (ube), ke sejumlah negara, meliputi Belanda, Swiss, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Komisaris Adarasa, Eunike Rusmiati, menceritakan bahwa bisnis ini bermula sekitar 50 tahun lalu dari produksi rumahan permen asam. Pengelolaan usaha tersebut kemudian diambil alih Eunike bersama suaminya, Edy Hasan, pada 1996.

“Waktu itu kami mencoba menjalankan usaha ini karena sayang jika tidak diteruskan. Kami mulai mengembangkan produk, mencari pasar, dan belajar memenuhi kebutuhan konsumen. Ketika permintaan semakin besar, kami juga harus memahami perizinan dan standar kualitas agar usaha bisa terus berkembang,” cerita Eunike saat dijumpai di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (22/10).

Peluang pasar internasional mulai digarap Adarasa pada 2007, dengan Belanda sebagai negara tujuan ekspor pertama. Produk ekspor perdananya adalah gula kelapa. Untuk menjaga kualitas dan kepercayaan pasar luar negeri, Adarasa mengolah bahan baku secara mandiri dengan melibatkan ratusan petani lokal.

Presiden Direktur Adarasa, Edy Hasan, mengatakan, “Kami memilih mengolah sendiri bahan baku agar kualitasnya sesuai dengan spesifikasi pembeli. Dalam bisnis ekspor, kepercayaan harus dijaga melalui kualitas produk dan konsistensi pasokan. Karena itu, kami juga membina sekitar 120 petani gula kelapa agar bahan baku yang dihasilkan memenuhi standar yang dibutuhkan.”

Kemampuan membaca peluang dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar membuka pasar baru bagi Adarasa. Pada 2020, perusahaan mulai memasok bubuk ube ke Amerika Serikat setelah mendapatkan permintaan dari negara tersebut. Berbekal pengalaman mengembangkan produk berbasis bahan alami, Adarasa berhasil memenuhi spesifikasi yang diminta.

Bersamaan dengan perkembangan tersebut, BCA hadir menjadi mitra strategis dalam menopang arus kas dan modal kerja Adarasa. Salah satu fasilitas yang dirasakan manfaatnya oleh Adarasa adalah kredit ekspor.

“Fasilitas kredit ekspor dari BCA sangat membantu menjaga arus kas perusahaan. Dalam kegiatan ekspor, kami harus membeli bahan baku dari petani secara tunai, sementara pembayaran dari pembeli di luar negeri terkadang baru diterima beberapa waktu kemudian. Dengan adanya fasilitas ini, kami bisa tetap memenuhi kebutuhan bahan baku dan menjaga produksi berjalan lancar tanpa harus menunggu pembayaran dari pembeli,” ujar Eunike.

Pembiayaan dari BCA juga membantu Adarasa meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi. Edy mengungkapkan, pada masa awal usaha, proses pengemasan minuman sachet masih dilakukan secara manual, mulai dari pengisian, penimbangan, hingga penyegelan. Kini, sebagian pekerjaan tersebut telah menggunakan mesin sehingga proses produksi menjadi lebih efisien.

Tidak hanya pembiayaan, sejak 2023 Adarasa juga diikutsertakan dalam program BCA UMKM Go Export. Melalui program di bawah payung Bakti BCA ini, perseroan mendampingi pelaku usaha secara bertahap, mulai dari meningkatkan kesiapan legalitas, sertifikasi, dan perizinan produk internasional hingga memperluas akses pasar serta mempertemukan mereka dengan calon pembeli.

Melalui program BCA UMKM Go Export, Adarasa kemudian diajak mengikuti berbagai pameran perdagangan internasional serta program business matching yang diselenggarakan BCA. Dalam kegiatan tersebut, Adarasa berkesempatan bertemu dengan calon pembeli dari berbagai negara dan membuka peluang untuk memperluas jangkauan di pasar global.

“Kami mengapresiasi dukungan BCA, mulai dari pembiayaan hingga kesempatan mengikuti pameran dan business matching. Ini membuka peluang bagi kami untuk bertemu calon pembeli baru dan mengembangkan pasar ekspor,” kata Edy.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan bahwa dukungan terhadap pelaku UMKM seperti Adarasa merupakan bagian dari komitmen BCA untuk mendorong pertumbuhan sektor produktif dan memperkuat perekonomian nasional.
Komitmen tersebut tercermin dari penyaluran kredit UKM BCA yang mencapai Rp149,2 triliun per September 2026, tumbuh 15,4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini menjadi bagian dari kredit produktif BCA yang secara total mencapai Rp831 triliun, meningkat 17,2 persen YoY.

“BCA melihat UMKM seperti Adarasa memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, kami terus memperluas akses pembiayaan sekaligus menghadirkan berbagai solusi perbankan yang dapat mendukung kebutuhan usaha, mulai dari pengelolaan transaksi hingga pengembangan kapasitas bisnis. Kami berharap dukungan tersebut dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” ujar Hera.***

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

Verified by MonsterInsights