UmumPendidikanDPRD Jateng Minta Pemda Buat Regulasi Khusus Anggaran Madrasah...

DPRD Jateng Minta Pemda Buat Regulasi Khusus Anggaran Madrasah dan Ponpes

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG- DPRD Provinsi Jawa Tengah meminta agar dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan madrasah maupun pondok pesantren harus diperjelas. Dalam Raperda Penyelenggaraan Pendidikan yang ada, belum memberikan tekanan agar satuan organisasi tata kerja (SOTK) Pendidikan sebagai penyelenggara sekolah umum, harus bersinergi dengan Madrasah.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah, M Hendri Wicaksono mengatakan, dalam raperda tersebut tidak menyinggung sama sekali dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan pesantren dan madrasah secara lebih konkret.

“Padahal keberadaan madrasah dan pesantren merupakan lembaga yang turut menjadi instrumen pendidikan karakter,” ujar Hendri, Senin (8/10).

Menurut Hendri, madrasah dan pesantren merupakan instrumen dalam penguatan pendidikan karakter, maka sudah seharusnya di dalam Raperda juga perlu meregulasi alokasi khusus anggaran di dalam APBD.

“Ini dalam rangka pertanggungjawaban negara untuk penguatan madrasah dan pesantren dalam kerangka pendidikan karakter,” jelasnya.

Sebab realitas selama ini, kata Hendri, menunjukkan bahwa Madrasah dan lembaga keagamaan lainnya sebagai lembaga pembentuk karakter bangsa masih menjadi lembaga yang hidup seadanya. Mayoritas dikelola swadaya serta gurunya digaji apa adanya.

Hendri berpendapat, seharusnya kebijakan anggaran harus adil dan merata. Apalagi, semua dituntut mutu yang sama.

Meski demikian, dirinya sebagai ketua FPKB mengapresiasi beberapa poin dalam raperda. Salah satunya yang sudah memuat pasal tentang kesejahteraan, terutama bagi Guru Tidak Tetap (GTT).

“Hal ini karena masukan terus menerus dari para aktivis guru agar ada keadilan tentang hak tambahan penghasilan bagi para pengajar swasta,” paparnya.

Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid mengatakan, jika raperda ini tidak mengatur detail tentang fasilitasi kepada Madrasah, maka bisa diambil jalan lain.

“Niat baiknya harus ada. Misalnya hibah untuk Madrasah-Madrasah diperbesar,” ucapnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv menambahkan, indeks angka partisipasi kasar (APK), angka partisipasi murni (APM), maupun angka putus sekolah di provinsi ini tak sekadar dihitung dari “label” sekolah.

“Mereka yang ada di Madrasah juga dihitung bersama. Jadi yang harus dilihat baik yang di Sekolah atau Madrasah, mereka itu adalah masyarakat Jawa Tengah,” imbuh Zen yang juga politisi PKB ini. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama di Solo

SOLO– PT. Indosat Tbk (Indosat Ooredoo), perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia, mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial pertama di...

Bea Cukai Semarang Amankan Rokok Ilegal

SEMARANG – Bea Cukai Semarang berhasil mengamankan jutaan batang rokok ilegal yang dibaurkan dengan rongsok botol plastik bekas di...

CCEP Salurkan Donasi Untuk Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana Di NTT

SEMARANG – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia kembali memberikan donasi kepada masyarakat terdampak bencana di provinsi NTT melalui Badan...

Hotel Santika Pekalongan Tawarkan Menu Makan Sehat Tanpa Pengawet

PEKALONGAN - Makanan yang sehat tanpa  zat penyedap maupun pengawet mulai dilirik oleh sebagian masyarakat kita. Pola makan yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

LG PuriCare 360° Air Purifier Tawarkan Pembersihan Udara

*Inovasi Jangkauan Lebih Luas Melingkupi Ruang JAKARTA - PT. LG Electronics Indonesia (LG) mengumumkan dimulainya pemasaran air purifier (pemurni udara)...

Ganjar Kunjungi Pabrik Samator, Pastikan Stok Aman

KENDAL  – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo begitu serius untuk mengamankan pasokan oksigen untuk rumah sakit rujukan di Jawa...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda