FDC Dental Clinic Buka Cabang ke-74, Sasar Potensi Pasar Solo

ZONAPASAR.COM, SOLO – FDC Dental Clinic resmi membuka cabang ke-74 di Kota Solo untuk memperluas akses layanan kesehatan gigi bagi masyarakat. Ekspansi tersebut dilakukan dengan menghadirkan layanan perawatan gigi yang mengedepankan kenyamanan pasien, keterbukaan informasi, serta pemanfaatan teknologi digital.
Kehadiran cabang baru ini didasarkan pada potensi Kota Solo yang terus berkembang, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga sektor kesehatan dan wellness. Selain itu, perkembangan ekonomi kreatif turut menjadi pertimbangan MDCS dalam memperluas jangkauan bisnis sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi.
Marketing Corporate Strategy MDCS, Ubai, mengatakan persoalan kesehatan gigi masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan estimasi yang disampaikan, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mengalami masalah gigi, sehingga Solo dengan populasi sekitar satu juta jiwa dinilai memiliki potensi kebutuhan layanan yang besar.
“Dari jumlah penduduk Solo, diperkirakan ada sekitar 800.000 orang yang berpotensi membutuhkan layanan kesehatan gigi. Kami ingin memberikan pilihan perawatan yang lebih mudah dijangkau, nyaman, dan transparan bagi masyarakat,” katanya.
Dijelaskan, FDC Dental Clinic menyediakan layanan yang mencakup pemeriksaan gigi umum, pembersihan karang gigi atau scaling, penambalan, vitamin gigi, dan bleaching. Tersedia pula layanan spesialis, seperti bedah mulut dan kedokteran gigi anak, dengan tarif scaling mulai Rp149.000 serta promo khusus selama periode pembukaan cabang Solo.
Untuk mendukung kemudahan pelayanan, MDCS memanfaatkan aplikasi digital yang memungkinkan masyarakat mencari dokter gigi sesuai kebutuhan. Sistem tersebut juga memberikan informasi mengenai harga, waktu, dan layanan sehingga pasien dapat memperoleh gambaran perawatan sebelum berkunjung ke klinik.
Menurut Ubai, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah anggapan bahwa berobat ke dokter gigi identik dengan biaya mahal dan pengalaman yang menakutkan. MDCS mencatat rating rata-rata 4,9 dari lebih dari dua juta pasien sebagai salah satu indikator kepuasan terhadap layanan yang diberikan.
“Kami berharap kehadiran di Solo tidak hanya memperluas jaringan klinik, tetapi juga mendorong masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan gigi. Solo menjadi salah satu langkah untuk memperluas layanan ke berbagai wilayah Indonesia,” ungkapnya.
Di sisi lain, MDCS turut menjalankan program sosial melalui MDCS Foundation yang berfokus pada tiga bidang, yakni kesehatan, pendidikan, serta sosial budaya. Melalui prinsip give for receive, yayasan tersebut berupaya memperluas manfaat perusahaan melalui kegiatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Program tersebut antara lain diwujudkan melalui MDCS Smile Bus yang bekerja sama dengan komunitas penyandang disabilitas dan anak yatim piatu. MDCS juga menjalin kolaborasi jangka panjang dengan CT Arsa dan institusi pendidikan serta membuka peluang kerja sama dengan komunitas di Solo untuk memberikan edukasi dan penyuluhan kesehatan gigi secara gratis.
Sementara itu, dokter spesialis kedokteran gigi anak MDCS, dr. Olivia Aulia Zahra, Sp.K.G., menegaskan perawatan gigi anak perlu dimulai sejak dini. Melalui layanan MDCS Children, pihaknya mendorong orang tua untuk tidak menunggu munculnya keluhan sebelum membawa anak menjalani pemeriksaan gigi.
“Sekitar 90 persen anak di Indonesia mengalami karies atau gigi berlubang. Idealnya, kunjungan pertama ke dokter gigi dilakukan ketika anak berusia satu tahun atau saat gigi pertama mulai tumbuh,” jelasnya.
Dikatakan, pemeriksaan sejak dini membantu mendeteksi masalah gigi sebelum berkembang lebih jauh. Kebiasaan tersebut juga dapat mengurangi risiko pengalaman perawatan yang menimbulkan rasa takut pada anak, sekaligus membangun kesadaran orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara rutin.(nda)
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.