Ekonomi BisnisGanjar Tetapkan UMP Jateng 2019 Rp 1.6 Juta

Ganjar Tetapkan UMP Jateng 2019 Rp 1.6 Juta

-

- Advertisment -spot_img
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Humas Jateng.

SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan Upah Minimum Provinsi tahun 2019 sebesar Rp 1.605.396. Keputusan yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 560/62 Tahun 2018 tentang UMP Jateng 2019 berlaku per 1 Januari 2019.

Dalam surat keputusan gubernur tertanggal 1 November 2018 tersebut disebutkan penetapan UMP berdasar surat edaran Kementerian Tenaga Kerja B.240/M-NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2018 dan sidang pleno Dewan Pengupahan Jateng pada 22 Oktober. Salah satu poin dalam keputusan tersebut, pengawasan pelaksanaan keputusan gubernur ini dilaksanakan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan sesuai dengan kewenangan dan kompetensinya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjelaskan, berdasarkan PP 78 tahun 2015 terdapat dua pola pengupahan, menggunakan UMP atau menggunakan UMK. Tahun ini Kementerian Tenaga Kerja telah menetapkan kenaikan UMP sebesar 8,03 persen. Melihat kenaikan itu, UMP Jawa Tengah pada 2018 yang sebesar Rp 1.486.065 naik menjadi Rp 1.605.396.

“Formula baru karena PP-nya ketentuannya begitu. Pertumbuhan ekonomi dan inflasinya sudah ditentukan. Maka kita tinggal menentukan rumus itu ke Jawa Tengah,” kata Ganjar, Kamis (1/11).

Penetapan UMK, imbuhnya, menjadi wewenang bupati/ wali kota menggunakan rumus yang telah ditetapkan Kementerian Tenaga Kerja yakni pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang sudah ditentukan.

“Maka sebenarnya kita sudah gampang lagi dari sisi formula. Kita bisa tetapkan dan sebentar lagi kita surati teman-teman bupati dan wali kota untuk menghitung masing-masing dan segera mengusulkan,” katanya.

Atas surat edaran tersebut, bupati dan wali kota paling lambat menyerahkan usulan UMK ke Gubernur Jawa Tengah pada 5 November. Karena pada Minggu ketiga bulan November UMK tahun 2019 se-Jawa Tengah harus ditetapkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Wika Bintang menjelaskan waktu penetapan UMP dan UMK tersebut dilakukan sesuai dengan surat edaran Kementerian Tenaga Kerja B.240/M-NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2018.

“Kami juga telah melakukan rapat dengan dewan pengupahan, pengusaha dan buruh,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Derma 9 Rambah Pasar Skincare, Bisa Gabung Jadi Agen dan Reseller

SEMARANG - Klinik kecantikan Derma 9 serius menggarap pasar skincare untuk memberikan produk perawatan kecantikan yang terbaik. Derma 9 telah...

Springbed Kesehatan Makin Diminati Konsumen di Semarang

SEMARANG - Kasur springbed kesehatan untuk tulang belakang makin diminati oleh konsumen di Semarang, Jawa Tengah selama tahun 2021. Banyak...

Polri dan Pertamina Bongkar Praktik Penyalahgunaan BBM Subsidi di Cilacap Rugikan Negara Rp 49 Miliar

SEMARANG - Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Korpolairud Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri bersama Pertamina membongkar penyalahgunaan dan penimbunan BBM...

XL Axiata Business Solutions Raih Sertifikasi ISO 22301:2019

JAKARTA- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui XL Axiata Business Solutions berhasil meraih Sertifikasi ISO 22301:2019 yang merupakan...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Hotel Santika Pekalongan Gunakan Bahan Plastik Mudah Terurai Jaga Lingkungan

PEKALONGAN - Hotel Santika Pekalongan terus mendukung pemerintah untuk menggunakan bahan plastik yang ramah lingkungan untuk segala keperluan. Hotel Santika...

Musda XV HIPMI Jateng: Dua Calon Ketua Umum Janji Siap Kolaborasi dan Sinergi

SEMARANG - Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah ke XV segera digelar pada 28 -...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda