HUT Korpri: Sekda Sumarno Serukan ASN Jaga Integritas, Ikhlas Melayani

SEMARANG – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), yang jatuh 29 Nopember 2025, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Jawa Tengah untuk menjalankan tugas sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan dimana pun tempatnya.
Sumarno yang juga Ketua Dewan Pengurus (DP) Korpri Jawa Tengah ini mengatakan, tempat bekerja dimana pun adalah sama. Menurutnya, tidak ada istilah tempat yang “basah” atau “kering”.
“Kalau masih ada yang memikirkan ada tempat basah ada tempat kering, artinya integritasnya masih dipertanyakan. Karena istilah basah dan kering itu menyangkut sesuatu yang bisa diolah agar memperoleh lebih, yang itu bukan merupakan hak kita,” tegas Sumarno, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai hadir dalam Dialog Publik TVRI Jawa Tengah, Rabu, 26 November 2025.
Dialog Publik dalam rangka Peringatan HUT ke-54 Korpri tersebut juga menghadirkan ASN dari SMA Negeri Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Muhtar, dan ASN Pekerja Sosial Panti Lansia milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Carik Eko Andasari.
Sumarno mengaku bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Muhtar dan Bu Carik, yang telah memberikan motivasi dan inspirasi kepada ASN di Jawa Tengah. Keduanya selalu mensyukuri dimana pun ditugaskan. Karena, tidak mungkin ASN ditempatkan di satu lokasi.
Pak Muhtar, kata Sumarno, telah memberikan inspirasi bahwa ASN harus tetap bersemangat meskipun ditugaskan di wilayah 3 T (tertinggal, terdepan, terluar), sebagaimana Kampung Laut.
Pada live talkshow yang dipandu presenter Sigit Rudianto tersebut, Sumarno juga berpesan jika anggota Korpri adalah abdi pelayan publik. Pada saat orang dengan sukarela menjadi ASN yang notabene anggota Korpri, telah ditanamkan bahwa tugasnya menghadirkan negara dalam melayani masyarakat.
Sebagaimana Bu Carik yang menjadi pekerja sosial, kata Sumarno, menunjukkan bahwa negara tengah hadir dalam melayani masyarakat. Negara harus memastikan hadir dalam pemenuhan kebutuhan sosial warganya. Dia mencontohkan layanan RSJ milik Pemprov, yakni RSJ Amino, RSJ Solo, dan RSJ Klaten.
“Kalau dari konsep RS tentu tidak menguntungkan, tetapi di sinilah negara hadir untuk menjadi abdi masyarakat,” bebernya.
Sementara, Muhtar menggambarkan kesehariannya dalam bertugas di SMAN 1 Kampung Laut. Saban hari harus menempuh dua jam perjalanan menyeberang lautan untuk mencapai sekolah tempat dia bertugas.
“Kita sebagai anggota Korpri tugasnya melayani, dinikmati sebagai ketentuan Allah, jalani saja,” kata Muhtar.
Pada akhir acara, Sumarno kembali menegaskan, Korpri Jawa Tengah siap menjalankan revolusi mental agar melayani masyarakat dengan baik, melakukan sesuai prosedur, dan mengharap ridha Allah SWT.
“Jalankan tugas sesuai dengan amanah, dan lakukan dengan ikhlas,” pungkasnya.*
