Impor Jateng Desember Turun 19,64%, Ini Penyebabnya

SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat, nilai impor Jawa Tengah bulan Desember 2018 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Impor Jateng Desember tercatat sebesar US$ 1.053,26 juta, turun 19,64% dibanding impor November yang sebesar US$ 1310,63 juta.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, penurunan nilai impor pada Desember 2018 itu disebabkan oleh turunya nilai impor komoditas migas maupun non migas.

“Impor komoditas migas Jawa Tengah bulan Desember 2018 mencapai US$ 320,98 juta, mengalami penurunan sebesar 22,74% dibanding impor migas November 2018 sebesar US$ 415,44 juta, sedangkan impor komoditas non migas mencapai angka US$ 732,28 juta, turun 18,20% dibanding impor non migas November 2018 (US$ 895,20 juta),” (15/1).

Namun demikian, lanjutnya bila dibanding periode Desember 2017 atau year on year, nilai impor Desember 2018 mengalami penurunan sebesar 15,42%, menjadi US$ 192,09 juta saja.

Sedangkan, kata Sentot, Impor kumulatif Januari-Desember 2018 mencapai US$ 14.778,86 juta naik 38,66% menjadi US$ 4.120,61 juta dari impor kumulatif Januari-Desember 2017 yang sebesar US$ 10.658,25 juta.

Ditambahkan, negara pemasok barang impor terbesar ke Jawa Tengah selama periode Januari-Desember 2018 adalah Tiongkok, Arab Saudi, dan Nigeria dengan nilai impor kumulatif Januari-Desember 2018 masing masing sebesar USS 4 175,05 juta, US$ 2.763,37 juta, dan US$ 1.013,79 juta.

“Pangsa pasar ketiga negara tersebut mampu mencapai 53,81% terhadap total impor ke Jawa Tengah periode Januari-Desember 2018,” ucapnya.

Dijelaskan, komoditas yang mempunyai kontribusi tertinggi terhadap impor Jawa Tengah masih didominasi oleh produk mineral, mesin dan pesawat mekanik, serta Tekstil dan Barang Tekstil.

“Selama periode Januari-Desember 2018, kontribusi ketiga komoditas tersebut masing-masing sebesar 38,36%, 18,17% dan 14,65% terhadap total impor Jawa Tengah. Nilai impor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada bulan Desember 2018 masing-masing sebesar US$ 325,36 juta, US$ 238,38 juta, dan US$ 163,69 juta,” jelasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here