Kenaikan Biaya Visa Tak Pengaruhi Minat Jamaah Umrah Asal Jateng

SEMARANG – Kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang melakukan penghapusan visa progresif dan penambahan biaya pengurusan visa umrah secara umum tidak memberikan dampak signifikan terhadap penurunan minat jemaah umrah asal Jawa Tengah.

Ketua Asosiasi Muslim Pengusaha Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jateng-DIY, Endro Dwi Cahyono mengatakan, penghapusan pajak progresif yang juga dibarengi dengan penyantuman kode booking hotel atupun bus oleh Kerajaan Arab, termasuk salah satunya pajak memang membuat harga visa standart mengalami kenaikan dari Rp 800 ribu menjadi Rp 2 jutaan.

“Kemungkinan tarif batas bawah yang dipatok Kementrian Agama, sebesar Rp 20 juta untuk biaya umrah yang aman pun bakal mengalami kenaikan,” kata Endro, Selasa (15/10/19).

Namun sampai saat ini, kata dia tarif batas bawah belum dirilis oleh Kementrian Agama. Ia pun tidak bisa menyebut atau memprediksi, sebesarapa besar kenaikan tarif batas bawah yang ditentukan.

“Bukan domain saya, nanti biar pemerintah yang menentukan. Tarif batas bawah ini, adalah titik aman dimana travel bisa mendapatkan keuntungan sedangkan jamaah bisa mendapatkan kepastian untuk berangkat,” jelasnya.

Meski diprediksi bakal mengalami kenaikan, Endro mengaku kenaikan tarif batas bawah ini tidak akan mempengaruhi minat masyarakat untuk mendaftar ataupun melakukan ibadah umrah. Apalagi jika melihat antrian pendaftaran ibadah haji yang mencapai 25 tahun lamanya.

“Saya kira kenaikan ini tidak ada terlalu berpengaruh, dan tidak ada penurunan mungkin saja bisa mengalami kenaikan. Data lengkapnya baru bisa diketahui akhir musim umrah nanti,” ujarnya.

Selain faktor , antrian panjang jamaah haji, lanjut Endro, adanya sistem online dari Kementrian Agama yang mewajibkan setiap biro umrah menginput nama-nama calon jamaah umrah yang akan diberangkatkan membuat kepercayaan masyarakat terhadap biro umrah meningkat.

“Dengan sistem ini semua tahapan akan termonitor, misalnya hotel dan pesawatnya. Sejauh sistem ini digulirkan, tidak ada biro umrah yang nakal ataupun abal-abal di Jateng-DIY,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here