Konsumsi BBM di Kiosk Pertamax naik 204% dibanding Lebaran 2017

SEMARANG- Dua Hari menjelang Lebaran menjadi Puncak Arus Mudik Lebaran 2018, dimana di berbagai ruas tol di Jawa Tengah terpantau kepadatan hingga dini hari (14/06). Hal tersebut juga berimbas pada kenaikan konsumsi BBM yang disediakan di Kiosk Pertamax yang tersebar di 25 titik di wilayah Jateng dan DIY. Terhitung sejak H-7 hingga H-2 Lebaran Konsumsi BBM di Kiosk Pertamax telah naik sebanyak 204% atau naik menjadi 60.434 liter, dibandingkan tahun lalu yang hanya 19.903 liter.

Berdasarkan data pada 14 Juni 2018 atau H-2 Lebaran, Kiosk KM 344 yang terletak di wilayah Kab, Batang menjadi Kiosk dengan konsumsi harian tertinggi, sebagai contoh untuk produk Pertamax di KM 344 memiliki konsumis 16.218 liter atau lebih tinggi 238% dibanding rata-rata harian di Kiosk lainnya hanya 4.793 liter. Secara keseluruhan, realisasi penyaluran rata-rata harian Gasoline di wilayah Jateng & DIY mencapai 14.233 KL atau naik 19% dari rata-rata harian normal 11.934 KL. Adapun untuk produk Gasoil mengalami penurunan 2% menjadi 5.643 KL dari rata-rata normal 5.740 KL.

“Kenaikan tersebut merupakan imbas dari perubahan rute pemudik yang sebelumnya mereka lewat jalur regular dan mengisi BBM di SPBU di Pantura, setelah terintegrasinya tol Brebes – Weleri dan Tol Solo-Kertosono para pemudik memilih lewat tol fungsional dan mayoritas tangki bensinnya sudah hamper habis saat sampai di tol daerah pemalang jadi mereka memilih untuk mengisi di Kiosk Pertamax” ungkap Andar Titi Lestari, Unit Manager Comm & CSR MOR IV.

“Melihat tingginya konsumsi BBM di jalur tol darurat membuktikan bahwa layanan tambahan Pertamina ini disambut animo positif masyarakat dan sangat membantu para pemudik. Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi para pemudik agar tidak ada kendala dalam pemenuhan kebutuhan BBM. ”tambah Andar.

Sementara itu, untuk menunjang kelancaran distribusi BBM di Kiosk dan SPBU di Jawa Tengah dan DIY, GM MOR IV beserta Tim Manajemen (14/06) kembali melakukan pengecekan supply dan kesiapan SDM di Terminal BBM Semarang Group.

“Pada masa Satgas Lebaran 2018, baik arus mudik dan arus balik, kami juga telah menyiapkan 438 armada dan menambah Awak Mobil Tangki, menugaskan untuk 7 Terminal BBM stand by selama 24 jam dan memerintahkan 801 SPBU yang berlokasi di daerah strategis untuk beroperasi 24jam.” Ungkap Andar.

Pertamina MOR IV juga tetap memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan selama masa satgas ini, selain mengoptimalkan seluruh AMT untuk tetap bertugas saat malam takbiran, pihak TBBM juga berkoordinasi dengan aparat desa dan apparat TNI serta kepolisian terhadap larangan untuk tidak menyalakan kembang api di sekitar area Terminal BBM. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here