Lokalisasi Sunan Kuning Ditutup, Karaoke Masih Jalan Terus

Komplek Gang Argorejo Sunan Kuning, Semarang/istimewa.

SEMARANG – Lokalisasi Sunan Kuning Semarang akan ditutup secara seremonial oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada 18 Oktober 2019. Para Wanita Pekerja Seks (WPS) dipersilakan meninggalkan kawasan dengan batas waktu hingga 21 Oktober 2019.

Namun hal itu tidak membuat aktivitas di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat tersebut menjadi serta-merta sepi. Selama 4 hari, yakni 18 hingga 21 Oktober 2019, tidak akan ada aktivitas di sana. Namun pada 22 Oktober 2019 mendatang rencananya karaoke yang ada di sana akan kembali beroperasi.

Ketua Resosialisasi Argorejo, Suwandi mengatakan, Sunan Kuning tidak akan ditutup. Bagian yang ditutup dalam Sunan Kuning adalah praktik prostitusinya saja. Sedangkan untuk bisnis karaoke tidak masuk dalam agenda.

“Ya. Tutup mulai 18 sampai 21 Oktober 2019. Nanti pada 22 Oktober 2019 buka lagi karaokenya,” kata Suwandi, Kamis (10/10).

Dalam sosialisasi lanjutan yang digelar Kamis (10/10) siang, ratusan WPS sudah hadir dengan membawa materai untuk berkas-berkas yang disodorkan Dinas Sosial Kota Semarang.

Namun sejak 10.00 hingga 12.00, barulah para WPS dan pengelola menerima konfirmasi bahwa Dinas Sosial Kota Semarang tidak hadir dalam sosialisasi tersebut.

Kabar tersebut sontak membuat para WPS menyoraki dengan nada kecewa. Mereka yang sudah siap sejak pagi, merasa seperti diombang-ambingkan oleh pemerintah.

“Kami sudah menghormati keputusan Pemkot. Namun malah mereka tidak datang. Padahal anak asuh saya sudah siap bawa 4 materai untuk tanda tangan,” tambah Suwandi.

Dia tidak ingin warganya menjadi tergantug nasibnya seperti ini. Suwandi menginginkan transparansi dari Pemkot terkait kesiapan penutupan prostitusi di Sunan Kuning.

“Kalau memang belum siap menutup, ya jangan ditutup dulu. Diundur,” ungkap Wandi kesal.

Sementara itu, salah satu penghuni Sunan Kuning, Ayu menyatakan kekecewaan terhadap pihak Pemkot Semarang yang mangkir dari sosialisasi dan penandatanganan berkas hari ini.

“Kami sudah siap bawa 4 materai. Tapi dari dinas malah ga hadir. Padahal Pemkot Semarang sudah koar-koar di banyak media terkait penutupan ini, tapi kok kenyataannya begini,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here