LPM IDEA Gandeng Tempo Pertajam Teknik Liputan Investigasi

Sesi foto bersama usai Pelatihan Jurnalisme Investigasi bersama Majalah Tempo di Hotel Pandaran Semarang, Kamis (27/12).

SEMARANG- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) IDEA Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang menggandeng Tempo guna mempertajam teknik liputan investigasi dengan menggelar Pelatihan Jurnalisme Investigasi bersama Majalah Tempo, Kamis (27/12).

Bertempat di Hotel Pandanaran Kota Semarang, pelatihan ini mendatangkan langsung Redaktur Majalah Tempo, Mustafa Silalahi sebagai pemateri utama.

Adapun pelatihan ini diikuti sebanyak 60 peserta terbagi dari kru LPM IDEA, LPM se-kampus UIN Walisongo Semarang dan tamu undangan dari LPM kampus lain.

Moses sapaan akrab Mustafa Silalahi mengatakan, materi jurnalisme investigasi bagi pers kampus begitu penting disampaikan sejak dini mengingat pengetahuan mahasiswa akan lebih matang, ketimbang materi diberikan saat sudah menjadi wartawan.

“Jika pengetahuan itu lebih dini diberikan maka waktu untuk mengeksplorasi informasi itu akan lebih banyak, waktu mencari pengalaman liputan investigasi juga akan lebih banyak kesempatan,” kata pria yang sudah 13 tahun menjadi redaktur majalah Tempo itu.

Dikatakan, mengapa mahasiswa mempunyai peluang lebih besar terhadap liputan investigasi, karena mahasiswa dengan kata maha-nya adalah orang-orang yang memiliki akses-akses khusus, kemampuan-kemampuan khusus untuk melakukan investigasi sehingga penting dimulai sejak awal.

Disebutnya, mahasiswa khususnya anggota pers kampus bisa memulai liputan investigasi dari yang terkecil, tak melulu harus liputan dengan problematika yang terlalu besar, misalnya hal yang berkaitan dengan presiden atau kepala daerah. Cukup yang kecil-kecil, seperti fasilitas atau skandal yang mengganggu fasilitas belajar mengajar di kampus.

Ketika berhasil melakukan liputan investigasi, lanjutnya teman-teman pers kampus akan menemukan sensasi ataupun kesenangan tersendiri saat sukses menciptakan satu liputan yang ternyata berdampak pada pembaca dan disukai banyak pembaca.

“Tidak ada yang lebih menyenangkan dari seorang jurnalis ketika tulisannya ternyata disukai oleh publik, makanya penting untuk dimulai dari sekarang,” ujarnya.

Moses berharap khususnya LPM IDEA mampu menjadi pioner liputan investigasi di lingkungan UIN Walisongo. Ia juga mengapresiasi LPM IDEA yang sebelumnya telah melakukan investigasi soal mahasiswa bercadar.

“Masih banyak lagi hal-hal di indonesia pada umumnya membutuhkann liputan investigasi untuk memberikan pengaruh yang baik terhadap pembangunan, sementara mahasiswa membutuhkan liputan investigasi untuk menciptakan pendidikan yang baik, saya berharap lpm idea melakuakn liputan investigasi yang berhubungan dengan pendidikan, soal bercadar itu juga berhubungan dengan pendidikan,” ucapnya.

Ketua Panitia Pelatihan Jurnalisme Investigasi bersama Majalah Tempo, Dina Arifana meyampaikan terima kasih kepada pemateri yang sudah berkenan berbagai pengetahuannya dan kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi penuh dalam kegiatan ini.

Ia turut berharap teman-teman yang telah mengikuti pelatihan jurnalisme investigasi dapat mengaplikasikan segala materi yang sudah didapatkan.

“Semoga ilmu yang didapat di pelatihan jurnalisme investigasi ini dapat bermanfaat bagi teman-teman,” ujarnya.

Sementara itu peserta pelatihan, Safira Azmy bersyukur memiliki berkesempatan mengikuti pelatihan jurnalisme investigasi tersebut. Dia mengaku beruntung karena mendapatkan bekal pengetahuan yang sangat penting itu, terutama sebagai insan pers mahasiswa.

“Saya sangat bahagia sekali ada disini, saya punya banyak temen, saya mendapatkan banyak ilmu baru tentang jurnalisme investigasi. Semoga ke depannya untuk liputan investigasi saya dapat lebih memahami. Dan buat temen-temen IDEA untuk semuanya tetap semangat setelah pelatihan jurnalisme investigasi semoga kita tetep greget,” jelasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here