LPPM Unnes Permudah Pencairan Dana Penelitian dengan SIMPPEL-Mas

Kasubbag Keuangan LPPM Unnes, Ariyani Widyastuti (kiri) dan Ketua LPPM Unnes, Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd saat memberikan paparan terkait manfaat Sistem Informasi Pencairan Dana Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SIMPPEL-Mas), Selasa (27/8/19).

SEMARANG – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) meluncurkan Sistem Informasi Pencairan Dana Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SIMPPEL-Mas).

Sistem ini dikembangkan dalam rangka untuk lebih mengefektifkan dan mengefisiensikan pencairan dana penelitian dan pengabdian.

Ketua LPPM Unnes, Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd mengatakan, melalui sistem tersebut, pencairan dana penelitian dan pengabdian yang tadinya harus melalui beberapa tahapan dan membutuhkan waktu cukup lama akan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Pencairan dana yang tadinya harus melalui beberapa tahapan dan membutuhkan waktu kurang lebih 7 hingga 10 hari, melalui sistem ini maka diharapkan pencairan dana akan lebih cepat yaitu tidak lebih dari 3 hari,” kata Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd dalam peluncuran layanan SIMPPEL-Mas di Ruang Borobudur LPPM Unnes, Selasa (27/8/19).

Dikatakan, sistem ini berbasis kebutuhan, dan peneliti pengabdi akan mengajukan pencairan dananya secara mandiri melalui SIMPPEL-Mas.

Dijelaskan, dengan sistem tersebut peneliti pengabdi tidak lagi bergantung pada pengumpulan hardcopy laporan penelitian pengabdian untuk dapat mencairkan dana.

“Para peneliti hanya harus memenuhi kewajibannya untuk mengunggah laporan pada sistem informasi penelitian pengabdian (SIPP), setelah diunggah pada SIPP maka peneliti pengabdi berhak mengajukan pencairan secara mandiri melalui SIMPPLE-Mas,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubbag Keuangan LPPM Unnes, Ariyani Widyastuti menambahkan, sistem ini sesuai dengan misi Unnes yaitu konservasi Papperless policy atau pengurangan kertas.

“SIMPPEL-Mas akan diimplementasikan pada pencairan dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2020,” pungkas. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here