Mbah Waginem, Penjual Snack Keliling yang Ditipu Pembeli Dapat Bantuan Kemensos

Mbah Waginem kini kembali sumringah setelah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Sosial (Kemensos).

SEMARANG – Mbah Waginem kini kembali sumringah setelah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Perempuan yang berusia hampir 70 tahun itu sebelumnya menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh seorang perempuan misterius, dengan iming-iming membeli dagangan yang ia jual. Ia pun harus gigit jari karena dagangan dan uang Rp 600 ribu miliknya raib dibawa kabur.

Adapun bantuan diberikan oleh istri Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara, yakni Grace Claudia Batubara, pada Kamis (12/11).

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemensos itu memberikan uang tunai sebesar Rp 5 juta sebagai modal usaha. Penyerahan bantuan dilakukan melalui utusannya yang datang ke kontrakan Mbah Ginem di Sentiaki Baru 2 RT 6 RW 8 Bulu Lor, Semarang Utara, Kota Semarang.

“Mbah ini ada bantuan modal dari Bu Grace, istri Pak Mensos buat bantuan modal. Nanti Bu Grace juga mau ngobrol dengan njengan melalui video vall,” kata salah satu perwakilan dari Kemensos.

Dalam kesempatan itu, Grace juga melakukan video call yang disambut bahagia oleh Mbah Waginem.

“Bagaimana mbah kondisinya? Saya senang melihat mbah Ginem bisa tertawa lagi. Semoga sedikit bantuan ini bisa meringankan beban Mbah Ginem,” kata Grace.

Mbah Ginem pun tidak berkata banyak, ia nampak bengong dan hanya bisa mengucapkan sepatah dua patah kata yakni terima kasih buk. “Terima Kasih Buk,” ujarnya berkali-kali.

Tidak hanya ke Mbah Waginem, Grace juga menyapa warga yang ramai di sekitar rumah Ginem. Para ibu-ibu tampak antusias. Mereka bersyukur masih ada perhatian dari pemerintah utamanya istri Menteri Sosial, Grace Batubara melihat kondisi Mbah Ginem yang memprihatinkan.

“Alhamdulillah saya bisa dapat bantuan modal,” ujarnya sambil menyeka air mata.

Mbah Ginem sendiri, merupakan pedagang keliling di daerah Kokrosono, sehari-hari ia menjual nasi bungkus, arem-arem, donat dan makanan kecil lainnya dengan cara berjalan dan berkeliling di sekitar Pasar Kokrosono.

“Sehari bisa dapat Rp 50 ribu, kalau sepi ya Rp 30 ribu. Senang sekali bisa dapat bantuan, saya bisa berjualan lagi,” ujarnya.

Lurah Bulu Lor, Wisnugroho menyampaikan terima kasih atas perhatian istri Mensos Juliari, Grace Batubara yang peduli dengan kondisi Mbah Ginem. Bantuan ini, menurut dia, menjadi bukti pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Selama ini beliau hidup seadanya dengan banyak keterbatasan. Apalagi beberapa waktu lalu, beliau ditipu orang dan dagangannya dibawa kabur. Bantuan dari ibu Grace Batubara sangat membantu beliau,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here