Mitra Driver Gojek Semarang Dilatih Siap Beri Pelayanan Prima Kelas Dunia

Yuktiningsih Proborini, Founder Sejiwa menyampaikan pengenalan tentang bagaimana menangani pelanggan penyandang difabel dengan tepat dan benar di Bengkel Belajar Mitra “Pelayanan Prima untuk Pelanggan” bagi Mitra Gojek.

SEMARANG – Gojek menggandeng Worldwide Quality Assurance (WQA APAC) serta Lembaga Nirlaba Sejiwa memberikan pelatihan Bengkel Belajar Mitra (BBM) agar mitra driver Gojek selalu terdepan dalam pelayanan dan menjadi sumber daya yang semakin berkualitas.

WQA APAC merupakan badan sertifikasi internasional yang menyediakan sertifikasi berbagai sistem manajemen.

Pelatihan berlangsung di Semarang pada tanggal 10 – 11 Februari 2020, diikuti oleh lebih dari 300 Mitra Gojek.

Head of Regional Corporate Affairs Gojek Region Jawa Tengah DIY, Arum K. Prasodjoe mengatakan, sawal berdiri hingga menjadi platform penyedia layanan terdepan di Asia Tenggara, Gojek telah memiliki ragam inisiatif yang menjadikan mitra driver terdepan dalam kualitas dan pelayanan sehingga terus menjadi pilihan pelanggan.

“Untuk terus meningkatkan kualitas mitra driver kami, kali ini melalui BBM kami memfasilitasi pelatihan pelayanan prima agar mitra Gojek dapat memberikan pelayanan kelas dunia sehingga mendapatkan apresiasi yang tinggi dari konsumen dan mendapatkan bintang lima,” ujarnya, Selasa (11/2/20).

Dia mengatakan, sebagai wadah pengembangan keterampilan pertama dan paling komprehensif di Industri ride-hailing di Indonesia, ada dua jenis pelatihan pengembangan keterampilan di BBM yang disesuaikan dengan aspirasi dan kebutuhan mitra, yaitu Pengembangan Layanan Prima dan Pengetahun Penanganan Pelanggan Difabel.

Pada Pelatihan Pelayanan Prima ini, mitra driver Gojek diajarkan akan pentingnya memperlakukan pelanggan dengan baik. Selain itu mitra driver juga diajak untuk memahami apa kebutuhan dan harapan pelanggan sehingga bisa melayani dengan lebih prima.

Sejiwa, lembaga nirlaba yang mewadahi pemberdayaan para difabel di Semarang digandeng Gojek  untuk memperkenalkan pengetahuan dan penanganan pelanggan yang mengalami hambatan dan keterbatasan fisik.

“Dalam pelatihan ini mitra diajarkan hal-hal apa saja yang disukai pelanggan misalnya driver yang ramah, driver menjaga kebersihan. Harapannya agar ke depan mitra-mitra kami bisa diapresiasi lebih baik oleh pelanggan karena pelayanannya yang prima yang mereka berikan,” katanya.

Sementara pada pelatihan penanganan difabel, Mitra diberikan pengetahuan penanganan yang tepat dan bahasa isyarat dasar.

“Tiga hal penting dalam penanganan pelanggan penyandang difabel adalah sapa dengan ramah, tawarkan bantuan dan tanyakan bagaimana cara membantu mereka sehingga pelayanan yang diberikan dapat tepat dan sesuai prosedur secara medis,” imbuh Arum.

Sejak Oktober 2018, BBM telah menjangkau lebih dari 2.000 mitra yang bisa menambah kemampuan diri mereka sekaligus lebih banyak konsumen yang merasakan pelayanan prima dari mitra driver Gojek.

Selain itu, Gojek berencana menghadirkan BBM di seluruh Indonesia secara bertahap dengan mengembangkan topik sehingga mampu menjawab tantangan yang dihadapi mitra dan konsumen.

Gojek juga mengundang para pakar pengetahuan untuk berkolaborasi dan bersama-sama memberikan dampak sosial yang lebih besar lagi ke mitra Gojek di Indonesia.

Dengan rencana pengembangan ini, pihaknya berharap agar program BBM dapat menjangkau dan menaikkelaskan lebih banyak mitra driver dari Sabang sampai Merauke.

“BBM merupakan salah satu bentuk tindakan nyata kepedulian Gojek terhadap kesejahteraan mitra driver. Diharapkan, dengan rangkaian kegiatan BBM, mitra driver Gojek mempunyai andil yang semakin besar untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Kami mengajak mitra Gojek untuk gali ilmu baru dalam program BBM sehingga teman-teman mitra makin sejahtera,” tutupnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here