OJK Dorong BPR/BPRS Jateng-DIY Perkuat Fundamental dan Transformasi

YOGYAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Pemegang Saham Pengendali (PSP) BPR/BPRS di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat fundamental usaha dan mempercepat transformasi bisnis untuk meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha.

Dorongan itu disampaikan dalam Forum PSP BPR/BPRS se-Jawa Tengah dan DIY 2026 di Yogyakarta, Rabu (23/9). Forum tersebut diikuti 178 peserta yang terdiri atas PSP BPR/BPRS, OJK, pemerintah daerah, dan perwakilan industri perbankan.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah dan DIY Hidayat Prabowo mengatakan perkembangan ekonomi, teknologi, serta perubahan perilaku masyarakat menuntut BPR/BPRS semakin adaptif dalam mengembangkan bisnis.

“PSP memiliki peran strategis dalam mendorong BPR/BPRS untuk terus tumbuh sehat dan berkelanjutan. Penguatan kualitas aset, tata kelola, manajemen risiko, dan permodalan perlu berjalan seiring dengan pengembangan bisnis dan inovasi,” ujarnya.

OJK juga mendorong peningkatan kualitas penyaluran kredit dan pembiayaan melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, kualitas sumber daya manusia, serta pengelolaan dan penyelesaian aset.

Di sisi permodalan, PSP diminta melihat penguatan struktur usaha sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Pilihannya dapat berupa konsolidasi, penggabungan usaha, maupun pengambilalihan sesuai karakteristik dan ketentuan yang berlaku.

Hidayat menilai penguatan fundamental perlu berjalan beriringan dengan inovasi agar BPR/BPRS tetap mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat sekaligus mendukung perekonomian daerah.

Forum tersebut juga menghadirkan Adityo Kusumo dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang mendorong PSP dan pengurus BPR/BPRS membangun visi bersama dalam menghadapi perubahan industri. Transformasi dapat dilakukan melalui pengembangan model bisnis, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko.

“Kami ingin komunikasi dengan PSP tidak berhenti pada forum formal. Dialog seperti ini penting untuk membangun pemahaman yang sama sekaligus menggali berbagai peluang penguatan industri,” kata Hidayat.

OJK akan terus memperkuat sinergi dengan PSP, pengurus BPR/BPRS, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk mendorong industri BPR/BPRS yang sehat, kuat, adaptif, dan berkelanjutan di Jawa Tengah dan DIY.***

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

Verified by MonsterInsights