Pakai Gas Bumi, Pedagang Bakso di Semarang Hemat Jutaan Rupiah

Petugas tengah melakukan pemeriksaan jaringan pipa gas bumi PGN di rumah produksi bakso Purni Rahayu di rumahnya di Kelurahan Mlatiharjo, Semarang Timur, Kamis (28/11/19)

SEMARANG – Keberadaan jaringan gas bumi membawa berkah bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Semarang, Jawa Tengah, pasalnya energi baik gas bumi menghasilkan penghematan biaya produksi.

Salah satu berkah tersebut dirasakan oleh Purni Rahayu, pedagang Bakso Babat dan Iso Mawardi di Jalan Citarum, Mlatiharjo Semarang Timur.

Purni mengatakan, manfaat utama yang didapat dari penggunaan gas bumi yakni penghematan biaya bahan bakar untuk memasak.

“Dulu pertama saya pakai minyak tanah, kemudian tabung gas, dan sekarang pasang gas bumi,” ujar Purni, Kamis (28/11/19).

Dia mengatakan, setiap hari bisa mengolah sebanyak 60 kilogram daging sapi untuk mencukupi lima cabang warung baksonya yang berada di daerah arteri Soekarno Hatta, Citarum, Tlogosari, Sambiroto, dan Hasanuddin.

Tidak kurang setiap minggu bisa menghabiskan hingga 10 tabung gas LPG ukuran 15 kilogram yang disalurkan ke 11 tungku. Pengeluarannya pun mencapai Rp 5 juta lebih.

Namun saat ini ia bisa menghemat ongkos produksi menjadi Rp 1,5 juta per bulan untuk empat tungku. Sedangkan sisanya, tujuh tungku masih menggunakan tabung gas biasa.

“Lebih hemat menggunakan gas bumi PGN, sekarang untuk empat tungku sebulannya habis Rp 1,5 juta,” jelasnya.

Dia menambahkan, pemasangan jaringan pipa gas PGN sebenarnya telah dilakukan dua tahun lebih. Namun baru tiga bulan terakhir ini ia mencoba menggunakannya.

Ia mengaku puas menggunakan gas bumi tersebut, karena bisa lebih hemat dan pendapatnya bisa terjaga.

Sementara itu Sales Area Head PGN Semarang Heri Frastiono mengatakan, PGN terus berusaha untuk mencukupi permintaan masyarakat akan gas bumi yang ramah lingkungan tersebut.

Adapun saat ini di wilayah Semarang PGN telah memasok gas bumi untuk 1.791 pelanggan rumah tangga dan 642 pelanggan rumah tangga di wilayah Blora.

“Untuk UKM ada lima yang terdata di Semarang, karena biasanya masyarakat menggunakan gas bumi untuk macam-macam, tidak hanya untuk memasak kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di tahun 2020 PGN juga sudah melakukan pemasangan jaringan pipa gas bumi untuk 6000 rumah tangga di Semarang.

Dia menambahkan, harga gas bumi untuk rumah tangga (RT) 1, rumah tangga 2 dan pelanggan kecil (PK) mulai Desember 2019 akan mengalami kenaikan.

“Pelanggan RT 1 naik menjadi Rp 4.250 per meter kubik, pelanggan RT 2 menjadi Rp 6.000 per meter kubik dan PK 2 menjadi Rp 6000 per meter kubik,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here