PeristiwaPemkot dan DPRD Semarang Sepakat Kembalikan Simongan Jadi Kawasan...

Pemkot dan DPRD Semarang Sepakat Kembalikan Simongan Jadi Kawasan Industri

-

- Advertisment -spot_img

Ilustrasi kawasan industri/istimewa.

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Semarang menyepakati pengembalian wilayah Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Semarang menjadi Kawasan industri.

Hal itu menyusul disepakatinya revisi Peraturan Daerah (Perda) No 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Di mana sebelumnya Simongan yang merupakan kawasan pemukiman dikembalikan lagi fungsinya menjadi kawasan industri seperti asalnya.

Adapun rancangan perda (Raperda) itu saat ini telah di meja Kementerian Agraria untuk dievaluasi bersama stakeholder terkait.

“Sekarang Raperda lagi proses ke Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang) untuk dilakukan evaluasi,” kata Ketua Sementara DPRD Kota Semarang Kadarlusman, Selasa (3/9/19).

Dikatakan, proses perubahan perda tata ruang tersebut memang tidak seperti payung hukum serupa lain. “Perlakuannya beda,” ujar dia.

Jika perda lain hanya butuh evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri, maka perda RTRW juga ada pengkajian dari Kementerian ATR.

“Setelah dibahas pansus (panitia khusus), dikirim ke Kementerian ke ATR, setelah ada evaluasi dikembalikan ke kota untuk penyesuaian, kemudian dikirim ke Gubernur dan Kemendagri lakukan koreksi. Kementerian Pertanian, Kelautan sesuai ndak dengan ini. Kalau ada yang tidak sesuai antara program pusat dan daerah maka diberikan catatan untuk diperbaiki,” ucapnya.

Di raperda perubahan Perda 14/2011, satu klausul pasal menyebut soal perubahan fungsi kawasan Simongan. Perda 14/2011 menyatakan Simongan sebagai kawasan pemukiman, sementara di raperda perubahan merujuk Simongan sebagai kawasan industri.

“Banyak pertimbangan yang diambil dalam mengubah fungsi kawasan itu, saya tidak terlalu hafal apa saja. Namun perubahan itu tetap ada catatan yang kami berikan untuk diperhatikan oleh Pemkot Semarang,” ujar politisi yang akrab disapa Pilus ini.

DPRD merekomendasikan agar kelak dibentuk pengelola kawasan industri Simongan, tidak boleh ada pengembangan kawasan lagi. Artinya kawasan industri tetap seperti yang sudah ada selama ini. Kemudian pelaku industri wajib punya lahan parkir hingga penyediaan shelter untuk karyawan agar tidak mengganggu pemakai jalan mengingat selama ini kawasan Simongan kerap macet.

“Juga masalah pengolahan limbah, saluran dan drainase harus ditata tidak boleh seperti sekarang ini. Tentu kita tidak berani sembarangan melakukan persetujuan perubahan tata ruang,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Pemkot Semarang Machrus menyatakan perubahan Perda 14/2011 memang sudah menjadi kebutuhan.

“Bahwa setelah membuat tata ruang itu kita tidak leha-leha. Bahwa harus ada kegiatan peninjauan kembali meski kegiatan peninjauan kembali itu tidak harus dipahami sebagai kegiatan perubahan perda,” jelasnya.

Dalam proses peninjuan kembali sebuah kawasan tersebut melibatkan tim teknis lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Ada sejumlah parameter yang dijadikan tolok ukur tim melakukan kajian.

“Seperti kawasan itu sudah kita tetapkan A gimana jalannya, kendala muncul tidak, tertib tidak, dampak masyarakat bagaimana dan sebagainya,” ujarnya.

Selain mengacu hasil peninjauan ulang kawasan, dari sisi hukum Pemkot Semarang diberi kewenangan untuk melakukan perubahan aturan tata ruang.

“Bicara tata ruang ada aturan-aturan khusus, baik aturan tata ruangnya sendiri maupun aturan terkait perdanya. Kaitan dengan aturan perdanya, bahwa tata ruang ditinjau kembali 5 tahun. Jadi kegiatan peninjauan kawasan ini diamanatkan,” tegas dia.

Khusus kawasan Simongan, diakui Machrus, salah satu obyek tata ruang yang ditinjau kembali fungsi kawasannya. Terlebih selama Perda 14/2011 berlaku, implementasinya menimbulkan polemik di masyarakat dan pekerja industri setempat.

“Peninjauan kembali salah satunya adalah kawasan itu (Simongan). Kenapa diprotes, digugat, ada polemik sehingga masuk dalam kegiatan peninjuan kembali. Cuma saya memang tidak punya ilmu untuk indikator-indikator peninjauan kembali tersebut,” jelasnya.

Ditambahkan, dengan proses perubahan RTWR ini bukan berarti Pemkot Semarang tidak konsisten dengan aturan sebelumnya. Apalagi dua gugatan dari pelaku industri Simongan atas Perda 14/2011 beberapa waktu lalu dimenangkan oleh pemerintah.

“Karena memang sudah menjadi kebutuhan dan kita ada kewenangan untuk melakukan peninjauan ulang,” sebutnya lagi.

Semata dua alasan itu, Machrus membantah adanya pesan sponsor dari pengusaha Simongan untuk mengubah peruntukan kawasan.

“Ada atau tidak motivasi dari pengusaha, sepanjang kegiatan peninjauan kembali memenuhi syarat, itu bukan jadi pertimbangan,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

3Second Buka Gerai Baru di Kota Semarang dengan Konsep Family Store

SEMARANG - 3Second kembali melebarkan sayap dengan membuka Store terbarunya berkonsep Family Store di Kota Semarang, Jawa Tengah. 3Second Family Store yang berada di...

LG Borong 31 Red Dot Award

JAKARTA- Tak hanya dari inovasi, kepiawaian LG dalam meramu produk elektroniknya juga menyentuh hingga penciptaan desain yang mengesankan. Sebagai...

CIMB Niaga Perkuat Kapabilitas OCTO Mobile Jadi Super App

JAKARTA- Seiring meningkatnya aspirasi nasabah terhadap layanan finansial berbasis digital, perbankan terus berinovasi meningkatkan kapabilitas platform digitalnya, sehingga dapat...

PGN Siapkan Pasokan dan Infrastruktur Gas Bumi di Jawa Tengah

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) telah melakukan penandatanganan Memorandum of...
- Advertisement -spot_imgspot_img

XL Axiata Luncurkan Paket Keluarga ‘AKRAB’

*Berbagi Kuota, Berbagi Kebersamaan JAKARTA- Menyambut bulan Ramadan, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) meluncurkan produk inovatif yang bisa mempererat...

Realme 8 dan 8 Pro Kini Hadir di Semarang dan Yogyakarta, Dijual Mulai Rp 3,5 Jutaan

SEMARANG – Realme, merek smartphone Favoritnya Anak Muda mulai meluncurkan realme 8 dan 8 Pro, realme Buds Air 2...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda