Pemkot Semarang Dorong UMKM Pasarkan Produknya Hingga Asean

Direktur Kerjasama Ekonomi Asean Kementrian Luar Negeri, Ade Petranto, memberikan pemaparan materi dalam Bimtek tentang pemanfaatan teknologi untuk para UMKM Pariwisata di Hotel Grand Candi, Kamis (29/8/2019).

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kota ini melakukan pemasaran produk hingga Asean.

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminudin mengatakan, pelaku UMKM harus aktif, kreatif, dan inovatif menciptakan produk-produknya. Mereka juga harus bisa menangkap peluang-peluang ekonomi hingga UMKM dapat go internasional.

Jika UMKM Kota Semarang dapat menembus pasar luar negeri, Iswar yakin masyarakar luar negeri akan paham dengan Kota Semarang sehingga nantinya dapat meningkatkan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.

“Ketika masyarakat luar paham, Semarang pun akan terangkat. Intinya, antara Pemerintah, masyarakat, dan stakeholder harus bersama-sama membangun Kota Semarang,” katanya, Kamis (29/8/19).

Dikatakan, Pemkot siap membantu berbagai sarana dan prasarana agar UMKM yang ada di Kota Semarang dapat tembus hingga pasar ekonomi Asean.

Disebutkannya, dengan didukung smart city yang telah diterapkan di Kota Semarang, UMKM Kota Semarang akan bisa lebih berkembang hingga pasar luar negeri.

“Integrasi sedang kami lakukan, mengupayakan semua sistem di Kota Semarang terintegrasi. Tinggal apa yang harus dilakukan UMKM. Kami harus bersinergi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, sektor pariwisata tidak hanya terfokus pada destinasi wisata. Di samping itu, ada UMKM yang harus ditingkatkan.

Saat ini, kaya dia perhotelan di Kota Semarang telah memanfaatkan teknologi digital. Diharapkan, teknologi digital juga dapat dimanfaatkan untuk para pelaku UMKM agar dapat tembus pasar luar negeri.

“Harapannya pemasaran UMKM bisa mendunia, mengenalkan produk seperti kuliner dan souvenir dari Kota Semarang. Kalau hotel di Kota Semarang sudah digital, tapi untuk UMKM memang masih belum menyentuh,” katanya.

Sementara itu, Direktur Kerjasama Ekonomi Asean Kementrian Luar Negeri, Ade Petranto mengatakan, pihaknya turut mendorong UMKM khususnya di Kota Semarang untuk masuk pasar Asean

“Kami sadar bahwa di Semarang ada 16.590 UMKM. Potensinya sangat besar. Yang penting bagaimana bisa memanfaatkan pasar Asean. Jangan hanya menunggu tapi kita yang masuk kesana,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here