Pemprov Jateng Ingatkan Pentingnya Jaga Hutan Mangrove di Pesisir Pantai

0

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono KS menilai greget masyarakat dalam menanam dan merawat tanaman mangrove masih kurang. Karenanya, sosialisasi mengenai manfaat dan fungsi mangrove bagi lingkungan dan kehidupan harus lebih digencarkan.

“Masih banyak masyarakat menganggap sepele tanaman mangrove karena tidak memahami manfaat dan fungsi mangrove. Kalau sudah terjadi tsunami seperti di Aceh, mereka baru akan sadar pentingnya keberadaan hutan mangrove,” ujar Sekda, Jumat (12/7/19).

Sekda menyebutkan, kawasan hutan mangrove di Jateng seluas 56 ribu hektare. Dari total luas hutan mangrove tersebut hanya hanya 22 persen yang kondisinya bagus. Sedangkan sebanyak 78 persen lainnya menjadi pekerjaan rumah pemerintah, masyarakat, akademika dan pihak-pihak lainnya untuk bersama-sama memperbaiki kerusakan dan melestarikannya.

Hutan mangrove Jateng tersebar di 13 kabupaten wilayah pantai utara, dan tiga kabupaten di pantai selatan Jateng. Jika keberadaan hutan mangrove yang membentang di pesisir pantai utara Rembang hingga Brebes, serta pantai selatan yang meliputi Cilacap, Purworejo, dan Kebumen dikelola dengan baik, akan memberikan fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial.

“Fungsi ekologi mencakup pelindung garis pantai dari abrasi dan mempercepat perluasan pantai melalui pengendapan, mencegah intrusi air laut ke daratan. Bahkan mangrove bisa bernilai ekonomis dengan memanfaatkan menjadi aneka produk makanan dan keperluan rumah tangga,” terangnya.

Ditambahkan, banyak potensi yang bisa dikembangkan dari hutan mangrove. Di antaranya sektor ekowisata, energi baru terbarukan, teknologi informasi, juga konservasi hutan mangrove sebagai pengendalian vektor dalam upaya pencegahan malaria di wilayah pesisir. (ZP/05)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights