UmumTransportasiPengamat Minta Pemerintah Sediakan Website Khusus Angkutan Pariwisata

Pengamat Minta Pemerintah Sediakan Website Khusus Angkutan Pariwisata

-

- Advertisment -spot_img

Pakar Transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno.

SEMARANG- Pakar Transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno meminta pemerintah menyediakan website yang bisa dibuka untuk memantau apakah angkutan pariwisata yang ada benar-benar layak operasi.

Djoko Setijowarno mengatakan, keberadaan angkutan pariwisata musti diperhatikan agar kejadian kecelakaan angkutan pariwisata tak memakan korban kembali.

“Kecelakaan bus pariwisata ini kan sering terjadi. Saya usul bagaimana pemerintah pusat bisa membuat website di mana semua bisa akses kalau dia akan mengunakan angkutan pariwisata itu,” katanya Rabu (13/11).

Dikatakan, malalui website tersebut nantinya bisa disediakan berbagai informasi mengenai angkutan pariwisata yang dimaksud sehingga calon yang ingin menggunakannya tahu kelayakan angkutannya. Jika tidak layak, maka sudah seharusnya dihindari dan memilih yang lebih baik.

“Kalau ada websitenya nanti bisa tahu benar enggak ini angkutan pariwisata, kalau enggak jangan mau. Kemudian di situ nanti juga bisa lihat KIR-nya ada tidak, sehingga kita punya jaminan,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, para colon penyewa angkutan pariwisata musti teliti dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming harga yang murah. Menurutnya buka soal murah, namun keselamatan menjadi hal yang harus diutamakan.

“Sekolah dan kampus-kampus ini jangan mau ditawari angkutan yang murah kalau enggak selamat. Angkutan harus bagus,” ucapnya.

Di sisi lain, lanjutnya saat ini ketiadaan angkutan yang secara jelas bisa menuju ke lokasi wisata membuat biaya sewa angkutan menjadi mahal. Padahal ketika bisa dikelola dengan baik maka bisa jadi sumber pendapatan daerah.

“Kelemahan di Indonesia, seluruh objek wisata jarang ada angkutan umum menuju ke situ. Semua orang mesti dia sewa, itu yang menjadi mahal,” ucapnya.

Ditambahkan, keberadaan angkutan menuju lokasi pariwisata mendesak untuk diadakan agar biaya sewa maupun aksesnya menjadi mudah.

“Cobalah di atur angkutannya agar bisa terjadwal. Kalau sudah ada jadwal angkutan yang rutin nantikan sudah tidak perlu sewa lagi,” terangnya.

Ia berharap agar hal itu bisa mulai dibicarakan, karena sejauh ini Indonesia ketinggalan dibandingkan negara tetangga, yakni Malaysia maupun Thailand. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

XL Axiata Operasikan BTS USO di Kawasan Timur Indonesia

JAKARTA- PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus membangun infrastruktur jaringan 4G ke berbagai wilayah terpencil di Kawasan Timur...

Mengenal Lebih Dekat GM Patra Semarang Hotel & Convention

SEMARANG - Pria kelahiran Sidoarjo Jawa Timur ini mengawali karirnya sebagai seorang Pengajar, namun sejak tahun 1993 memutuskan...

Pertamina Tanam 5000 Mangrove

CILACAP– Integrated Terminal Cilacap yang merupakan unit operasi dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, kembali melakukan...

Griya Riset Indonesia Siapkan Generasi Unggul Melalui Riset dan Kepenulisan

SEMARANG - Griya Riset Indonesia (GRI) hadir sebagai wadah yang membangun mental dan nalar ilmiah generasi muda yang memiliki...
- Advertisement -spot_imgspot_img

BMW Astra Card, Keanggotaan Ekslusif dengan Berbagai Manfaat

JAKARTA - Sebagai bentuk layanan menyeluruh dari BMW Astra untuk para pelanggan, BMW Astra memberikan BMW Astra Card untuk...

Reformasi Struktural Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi

JAKARTA – UOB Indonesia memproyeksikan, perekonomian Indonesia akan tumbuh setidaknya lima persen pada tahun 2022. Hal ini seiring dengan...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda