Pertamina Imbau Masyarakat Kategori Mampu Gunakan LPG Non Subsidi

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, saat memberikan paparan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Mekanisme Penyaluran LPG 3 kg” bertempat di Hotel Java Heritage, Purwokerto pada Jumat (30/8/19).

PURWOKERTO – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengimbau masyarakat kategori mampu beralih menggunakan LPG 3 kg ke produk-produk LPG non subsidi.

Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari mengatakan, LPG 3 kg bersubsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan rentan miskin serta usaha mikro kecil dan nelayan. Namun, di lapangan justru ada rumah makan, penginapan dan pengusaha menengah keatas lainnya yang menggunakannya.

Adapun data Pertamina dari April – Agustus 2019, ditemukan penyalahgunaan LPG 3 kg yang dilakukan restoran dan perusahaan ayam besar mencapai 880 tabung dan apabila tidak dilakukan pengantian maka potensi penyalahgunaan mencapai 9.673 tabung.

Melihat, hal itu Pertamina pun memberikan kesempatan bagi tiap perusahaan tersebut dapat menukarkan tabung LPG 3 kg dengan Brght Gas secara gratis.

“Masyarakat mampu dapat menggunakan LPG non subsidi yang saat ini telah tersedia di pasaran yaitu Bright Gas dengan ukuran 5,5 dan 12 kg,” kata Andar dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Forum Wartawan Ekonomi Semarang (Warek) dengan tema “Mekanisme Penyaluran LPG 3 kg” bertempat di Hotel Java Heritage, Purwokerto pada Jumat (30/8/19).

Hadir sebagai pembicara tersebut, Unit Manager Comm & CSR Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan Yogyakarta, Andar Titi Lestari, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng, Mochamad Santoso, DPC Hiswana Migas Banyumas, Bambang Parmono, dan Ekonom Universitas Jenderal Soedirman, Agus Suroso.

Pihaknya pun mengajak semua stakeholder untuk ikut mengawasi penyaluran LPG bersubsidi tersebut, mengingat sesuai Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 tentang penyaluran dan pendistribusian LPG, bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan LPG bersubsidi adalah mulai dari SPPBE, Agen hingga Pangkalan. Artinya titik point terakhir pendistribusian adalah di pangkalan tidak sampai di pengecer.

“Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi kepada seluruh stakeholder seperti Disperindag dan rekan-rekan media untuk menyalurkan LPG 3 kg ini agar tepat sasaran. Tentunya kami juga memohon bantuan kepada para stakeholder untuk bersama-sama mengawasi penyaluran LPG 3 kg tersebut sesuai Undang-undang yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng, Mochamad Santoso turut mengajak semua stakeholder ikut aktif mengawasi penyaluran LPG bersubsidi tersebut dan malaporkan apabila terjadi kelangkaan maupun penjualan di atas harga eceran tertinggi yakni Rp 15.500 per tabung.

“Mari bersama mengawasi LPG bersubsidi ini agar bisa sampai di masyarakat yang memang berhak dan laporkan jika ada pangkalan yang menjual LPG 3 kg tidak sesuai harga yang sudah ditetapkan Pemerintah,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here