Pertumbuhan Bisnis Akseleran di Jawa Tengah Semakin Kuat

SEMARANG- Sejalan dengan tingkat pemahaman masyarakat tentang layanan Peer-to-Peer Lending (P2P Lending) Akseleran yang semakin baik di Jawa Tengah mendorong pertumbuhan bisnis Akseleran semakin kuat. Tercatat, selama satu tahun terakhir atau hingga akhir Oktober 2018, Akseleran telah menyalurkan total pinjaman sebesar Rp 6 miliar kepada 12 pinjaman.

Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran, Christopher Gultom mengatakan, pertumbuhan tidak hanya terjadi pada banyaknya pinjaman yang disalurkan. Hal ini, katanya, ditandai juga dengan meningkatnya masyarakat di Jawa Tengah yang menjadi pemberi pinjaman di Akseleran.

“Hingga 31 Oktober 2018 sudah ada sekitar 234 pemberi pinjaman dengan total nilai investasi sebesar Rp3,9 miliar dari Jawa Tengah dan sebagian besar kontribusinya berasal dari Kota Semarang. Pertumbuhan ini jelas turut berdampak kepada rata-rata pertumbuhan Akseleran secara nasional yang tiap bulannya tumbuh sebesar 10%-20%,” terang Christopher di sela acara Idola Business Gathering, Semarang, Jumat (23/11).

Menurutnya, kehadiran Akseleran akan sangat membantu para pelaku usaha di Jawa Tengah yang selama ini masih kesulitan memperoleh permodalan untuk kelangsungan usahanya. Apalagi, kata Christo, selama 10 tahun terakhir hingga 2016 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinisi Jawa Tengah merilis adanya 4,17 juta usaha atau naik 13,06%.

“Pelaku usaha yang membutuhkan permodalan di Jawa Tengah semakin banyak, dan kami berharap bisa menjadi solusi buat mereka karena proses maupun persyaratan di Akseleran mudah. Oleh karena itu, pertumbuhan yang kami peroleh selama setahun terakhir ini membuat kami pun optimistis dapat menyalurkan total pinjaman di Jawa Tengah sebesar Rp25 miliar di akhir tahun 2019,” jelas Christopher.

Rimba Laut, Head of Public & Government Relation Akseleran, menyampaikan pertumbuhan bisnis di Jawa Tengah turut mendongkrak total penyaluran pinjaman secara nasional yang telah menembus sebesar Rp173 miliar kepada 360 pinjaman dengan jumlah pemberi pinjaman sebanyak lebih dari 80 ribu. Artinya, kata Rimba, hingga pertengahan November ini Akseleran telah merealisasikan total pinjaman sebesar 86% dari target akhir tahun 2018 yang sebesar Rp200 miliar.

“Total pengguna Akseleran dari aplikasi mobile baik melalui Play Store dan App Store juga terus bertambah hingga menembus angka lebih dari 60 ribu install. Kami harapkan, layanan P2P Lending seperti Akseleran yang 100% menyalurkan pinjamannya untuk usaha produktif memang harus terus menjadi pionir untuk menaikkan kelas UKM demi meningkatkan perekonomian bangsa ini dan mampu mewujudkan inklusi keuangan menjadi realitas,” tambah Rimba. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here