Peternak Ayam Petelur di Jateng Keluhkan Mahalnya Harga Jagung

Istimewa.

SEMARANG- Melambungnya harga jagung yang dijadikan sebagai salah satu makanan atau pakan ayam petelur membuat para peternak ayam di Jawa Tengah mengeluh. Mereka mengaku merugi lantaran biaya yang dikeluarkan harus ditambah, sedangkan harga telur belum stabil.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional Jawa Tengah, Suwardi mengatakan, dalam kondisi normal harga telur dijual Rp 19.000 – 20.000 per kilogram. Namun saat ini harga telur ayam hanya Rp 18.000 per kilogramnya.

“Harga jagung naik faktor utamanya di Jawa tidak ada panen raya. Hanya 60% di semester 1 dan 35-40% semester 2 karena kemarau panjang,” kata Suwardi, Selasa (2/10).

Suwardi mengatakan, selain tak ada panen raya, mahalnya harga jagung juga didorong persaingan dari feedmiil karena feedmife tidak ada kuota impor.

Dilanjutkan, para peternak kini telah menjual telur sesuai dengan tarif bawah yang telah ditetapkan Kementerian Perdagangan.

“Hari ini Rp 18.000 di kandang, sudah sesuai harga batas bawah yang ditetapkan Kemendag,” ujarnya.

Ditambahkan, para peternak ingin agar harga jagung bisa kembali normal. Ia juga menyebutkan jika perlu pemerintah bisa mengatur harga jagung atau melakukan impor jagung agar tidak terjadi persaingan dengan feedmiil.

“Kami berharap pemerintah bisa menyediakan harga jagung yang terjangkau,” ungkapnya.

Untuk saat ini, produksi telur ayam di Jateng mencapai 1.200 ton per hari. Sementara itu, kebutuhan jagung mencapai 1.450 ton per hari dengan total populasi ayam petelur 29,5 juta ekor. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here